#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Serpong City Menolak Menyerah
16 Maret 2019 04:03 WIB
JAKARTA - Dua tim sudah dipastikan terdegradasi dari Liga Hansaplast TopSkor (LHTS) U-13 Grup Top musim 2018/19. Kedua tim tersebut ialah Serpong City dan Persigawa. Meski demikian, tim asuhan Rochmat dan Al Ajri itu menolak menyerah.

Dua pekan tersisa tetap mereka jadikan kesempatan untuk terus belajar, menimba pengalaman, dan menambah jam terbang. Bagi mereka, dua laga terakhir harus dimaksimalkan sebelum mengevaluasi secara keseluruhan apa saja yang perlu ditingkatkan lagi di waktu yang akan datang.

“Karena proses belajar dan berkembang tidak hanya dilihat dari hasil yang didapat tim. Tapi bagaimana pemain itu menyerap banyak ilmu baru dan skill individu meningkat seiring menghadapi lawan-lawan yang berkualitas sepanjang musim,” kata Rochmat, pelatih Serpong City.


Baca Juga :
- Sebanyak 24 Pemain Lolos ke Seleksi Tahap Akhir TopSkor Indonesia
- TopSkor Indonesia, Membangun Tim yang Agresif dan Kuat Penguasaan Bola

Menang kalah menurutnya hal yang biasa. Tak perlu menyalahkan pemain karena belum maksimal dalam pertandingan. Mereka hanya perlu dibimbing dan terus dimotivasi untuk terus bersemangat berlatih dan bertanding. “Kami akan tetap berjuang saat melawan Bina Taruna. Terpenting main sesuai konsep yang telah diberikan dan jangan pedulikan hasil akhir,” ucap Rochmat.

Komitmen Persigawa
Hal sama juga digaungkan Persigawa yang akan menghadapi tim papan tengah, Buperta. Sang lawan bertekad bangkit usai rentetan hasil positif mereka terhenti pekan lalu. Secara komposisi pemain, kedua tim sejatinya berimbang. Hanya mentalitas yang membedakan keduanya di lapangan.

“Kami memang selalu kesulitan dalam menyiapkan tim. Latihan bersama minim, lebih sering anak-anak bertemu waktu pertandingan saja,” kata Ajri, pelatih Persigawa. ”Tapi kami ingin tuntaskan kompetisi musim ini dengan manis.”

Salfas versus Villa 2000
Sementara duel Salfas Soccer melawan Villa 2000 menjanjikan laga sarat adu taktik dan intrik. Kedua tim memiliki gaya bermain yang berbeda. Villa tim yang berani dalam menerapkan build-up (serangan dari bawah). Sementara Salfas kuat dalam menyerang dari sektor sayap.

Kian menarik karena kedua tim hanya berjarak satu setrip di papan atas klasemen.  “Kami fokus pada pembenahan tim sendiri. Evaluasi pekan lalu, tim kami sulit membongkar pertahanan lawan, karena ketidaktenangan,” kata Ibnu Wibowo, pelatih Villa 2000. “Untuk itu kami sudah perbaiki sekaligus pertajam finishing para striker.”


Baca Juga :
- Sebanyak 31 Pemain Lolos ke Seleksi Tahap Kedua Tim TopSkor Indonesia
- TopSkor Indonesia Cari Pemain Berkarakter

Pertandingan lainnya, TMP-SoccerOne bertekad lanjutkan kemenangan saat jumpa Putra Selatan. Pelatih TMP-SoccerOne Muhammad Fajar, coba menerapkan taktik berbeda untuk mengantisipasi lawan yang sudah mengetahui cara bermain mereka. “Yang pasti, target kami menyelesaikan kompetisi di posisi yang sebaik mungkin. Masih ada dua pertandingan dan kami ingin memenangkannya,” kata Fajar.*Furqon Al Fauzi

JADWAL LHTS U-13
Grup Top Pekan ke-21
Sabtu, 16 Maret 2019
Bina Taruna vs Serpong City
TMP- SoccerOne vs Putra Selatan
Persigawa vs Buperta
Salfas Soccer vs Villa 2000
Benteng Muda vs Asia FS
Ragunan SS vs RMD

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA