#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ada Reuni Rivalitas dalam Final
16 Maret 2019 04:00 WIB
MANCHESTER United (MU) reborn. Tim Setan Merah asuhan Ole Gunnar Solskjaer langsung menghadapi laga yang terjal dalam perempat final. Paul Pogba dan kawan-kawan akan menghadapi Barcelona. Pemenang laga ini bakal bertemu pemenang Liverpool vs FC Porto. Dengan demikian, ada kemungkinan terjadi duel “derby Inggris” di semifinal jika MU dan Liverpool berhasil mengalahkan lawan-lawan mereka di perempat final tersebut.

Peta semifinal yang memang sudah tergambar memang menarik. Meski demikian, yang tidak kalah menarik tentu membayangkan atau memperkirakan final Liga Champions. Setidaknya, ada sejumlah “reuni” dalam bentuk rivalitas yang kental jika ukurannya adalah semifinal. Dimulai saja dari kemungkinan final Ajax vs Barcelona. Jika ini yang terjadi, ada sosok Frenkie De Jong yang sebenarnya sudah menjadi bagian dari Barcelona. Bintang Ajax ini akan bergabung pada musim depan dengan klub Katalunya tersebut.

Bagaimana jika Juventus dan Barcelona yang ke final? Ini mejadi reuni antara Cristiano Ronaldo menghadapi Los Azulgrana. Dan, tentu aka nada duel antara The King of Champions League, Ronaldo vs Lionel Messi, di final. Ronaldo, total telah menorehkan 18 gol dalam laga El Clasico menghadapi Barcelona ketika dirinya masih membela Real Madrid. Ronaldo vs Messi tentu menjadi laga yang menarik meski bukan sesuatu yang baru. Dari sisi rivalitas sang pemain, final ini memiliki bobot yang sangat menarik.


Baca Juga :
- Musim Terbaik City
- Allegri Tidak Cukup bagi Juventus

Di sisi lain, dengan semifinal yang sudah dipetakan, bisa terjadi derby Manchester antara MU menghadapi Manchester City. Derby Manchester selalu menarik perhatian. MU reborn, telah memberiakan peringatan dengan penampilan dramatis mereka saat mengalahkan Paris Saint Germain. Kini, MU dapat berharap tampil dalam laga puncak menghadapi klub tetangga mereka. Ya, City asuhan Guardiola. Dan, The Citizens jika lolos ke final dan Barcelona juga lolos ke final, bakal mempertemukan dua sisi yang sebenarnya satu: Josep Guardiola dan Barcelona.


Baca Juga :
- Beda Atalanta dan Lazio
- Hazard Pantas ke Madrid

Pep memberikan dua gelar Liga Champions pada 2008/09 dan 2010/11. Pep memiliki misi untuk membawa City meraih gelar tertinggi di ajang Eropa ini, trofi yang memang belum pernah diraih The Citizens. Sebaliknya, bagi Barcelona, mereka ingin kembali meraih gelar Liga Champions setelah ajang ini didominasi oleh rival mereka, Real Madrid. Lalu, jika ada kejutan di final? FC Porto misalnya yang bisa melangkah ke final. Jika lawannya adalah Barcleona, dengan demikian akan mempertemukan Iker Casillas.

Tidak ada pemain yang lebih banyak tampil lawan Barcelona selain Casillas: 37 kali menghadapi Los Azulgrana. Dari jumlah tersebut, Casillas kemasukan 64 gol ada enam pertandingan ketika dia tidak kemasukan lawan Barcelona. Jadi, tentu, siapa pun klub yang berhasil ke final, laga yang akan digelar pada 1 Juni nanti, akan sangat menarik dinantikan.*Irfan Sudrajat
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA