#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Bocor! Mourinho Minta Pemainnya Cederai Messi
20 Maret 2019 08:28 WIB
LONDON - Jose Mourinho bereaksi dengan amarah. Laporan penilaian tim scouting Chelsea soal pemain Barcelona bocor ke publik. 

Analisis taktis Barcelona yang luar biasa dipantau Mourinho. Ketika itu dia bertugas di Stamford Bridge menjelang pertandingan 16 besar Liga Champions melawan raksasa Spanyol pada 2006.

Seperti biasanya, pelatih satu tim selalu berusaha membaca kekuatan tim lawan dan mewaspadai ancaman pemain-pemain top mereka. Persiapan ini dikenal dengan istilah scouting, alias penilaian kemampuan tiap-tiap individu.


Baca Juga :
- MU Krisis, Barcelona Sodorkan Rp 1,8 Triliun untuk Bawa Rashford
- Higuain Selebrasi di Dada Perempuan, Beragam Reaksi Netizen

Barcelona kala itu dipoles Frank Rijkaard. Era tersebut bakat Lionel Messi sudah terlihat. Tapi, hasil intipan tim Mourinho tetap kurang akurat. Chelsea harus takluk dengan agregat 2-3 dari Barcelona.

Kini rincian lengkap telah muncul setelah dipublikasikan secara online oleh akun Twitter Performance Analysis in Action.

Lionel Messi jadi terget kontroversial. Dia masih muda, berusia 18 tahun, tapi sudah dianggap berbahaya. Karena itu, Mourinho meminta pemainnya mencederainya. 

Laporan itu mengatakan: "Jika ada pilihan untuk mengotori dia, penting melakukannya di luar kotak."

Laporan itu juga mengklaim Barcelona "akan terus-menerus mensimulasikan tendangan bebas dan penalti", sementara Rafael Marquez "acap diving seperti yang lain" dan Ronaldinho adalah "penipu konstan".

Ia juga menuduh legenda Barca, Carles Puyol "suka menteror wasit" dan mengklaim bek yang memenangkan Piala Dunia itu adalah pemimpin yang buruk dengan posisi yang buruk di lapangan.

Publikasi dokumen tersebut menyebabkan orang mengangkat alis tentang penilaian terhadap beberapa pemain Barca - dan terlebih ada upaya untuk mencederai Messi. Chelsea akhirnya kalah agregat 3-2 setelah bek kiri Asier Del Horno diusir keluar lapangan karena mengasari Messi.

Tetapi Mourinho telah bergerak cepat untuk mengklarifikasi bahwa dia bukan penulis dokumen kontroversial itu. Dia mengatakan kepada SunSport: "Saya menyesal mengecewakan orang-orang yang saya pikir saya yang menulis laporan, tetapi saya tidak melakukannya."

"Laporan itu bukan milik saya. Saya tidak menulisnya," tandasnya.

"Laporan terakhir yang saya tulis saya miliki di rumah. Saya di Barcelona dan ini pada musim 1999/2000."

Seorang sumber yang dekat dengan Mourinho mengatakan, mantan manajer Porto, Inter, Real Madrid, dan Manchester United itu sangat marah karena dia dituding sebagai penulisnya.


Baca Juga :
- Hazard Diincar Arsenal, Liverpool dan Borussia Dortmund
- Cover FIFA 20: Pemain Korsel Ini Kalahkan Ronaldo dan Messi

Mourinho mengatakan laporan-laporan tersebut disusun oleh asistennya, Andre Villas-Boas, yang kemudian menjadi pelatih Chelsea dan Tottenham.

Sumber itu mengatakan: "Tentu saja dia marah karena tidak menulis laporan. Jose tidak tahu bagaimana laporan itu sampai bocor dan tidak ingin membuat orang curiga."*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA