#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Manahati Lestusen : Saya Seorang Prajurit Yang Harus Pintar dalam Bertindak
22 Maret 2019 12:37 WIB
JAKARTA - Sempat menghilang dari radar timnas, Manahati Lestusen akhirnya kembali berseragam Merah-Putih. Penampilannya yang konsisten  dan mampu menjadi jenderal di lini pertahanan tim PS Tira-Persikabo membuatnya dilirik pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy. Pemain berusia 25 tahun ini pun berbagi kebahagiaannya kepada TopSkor, berikut petikan wawancaranya:

Apa rasanya kembali memperkuat timnas setelah absen cukup lama?

Yang pasti senang dan bersyukur kepada Allah SWT, karena saya masih diberikan kesempatan buat memperkuat timnas senior. Kesempatan ini tidak akan saya sia-siakan dan saya akan memberikan yang terbaik untuk timnas Indonesia.


Baca Juga :
- Yoo Jae Hoon : Sulit Mengantisipasi Boaz dan Lerby
- Isnan Ali : Sebagai Pemain Sudah, Saatnya Sebagai Pelatih

Bagaimana pendapat anda tentang sosok Simon McMenemy?

Saya senang dengan gaya kepelatihannya yang sangat bagus untuk timnas. Beliau sosok yang sangat tegas dan disiplin tidak hanya di dalam lapangan, tapi juga di luar lapangan. Ia menerapkan hal yang sama dalam kehidupan sehari-hari.

Mundur ke belakang, kapan Anda berpikir menjadi pemain bola profesional?

Sebenarnya sepak bola dulu cuma sekadar hiburan di kampung. Tapi kok perlahan saya tertarik, ini karena saya melihat kesuksesan senior atau sepupu saya Mauly Lessy di bidang sepak bola. Dari situ saya melihat ada kesempatan dan pada saat itu juga saya langsung fokus ke sepak bola.

Sekarang Anda terlihat makin dewasa dalam bertanding, apa kuncinya?

Sekarang saya seorang prajurit yang harus lebih pintar lagi dalam segala tindakan yang saya buat. Mungkin ini yang menjadikan saya makin ke sini makin dewasa. Selain itu faktor sudah berumah tangga juga yang membuat saya harus berpikir panjang dalam mengambil keputusan di lapangan maupun di luar lapangan.

Menjadi seorang TNI dan pemain Bola, bagaimana rasanya? 

Awalnya saya benar-benar tidak menyangka bisa menjalankan dua profesi ini dalam bersamaan. Tapi sekarang saya pasti sangat bersyukur karena ini sudah jalan yang diberikan oleh Allah SWT untuk saya. Alhamdulillah saya bisa menjalankan itu.

Siapa pelatih yang paling berpengaruh dalam karier Anda?

Ada sosok pelatih saya di kampung, namanya M. Taher Wael. Dia sosok pelatih yang tegas dan sangat disiplin. Dia juga yang mengajarkan banyak hal tentang sepak bola. Tanpa dia mungkin saya tidak bisa seperti sekarang dan bermain untuk timnas.

Lalu, apa pesan pelatih yang selalu Anda ingat?

Intinya dalam setiap pertandingan pemain harus kerja dengan ikhlas, insyaAllah semua akan berjalan sesuai dengan apa yang sudah diinginkan. Selebihnya jangan pernah berhenti untuk berusaha.

Sekarang PS Tira-Persikabo sedang naik, tanggapannya?

Alhamdulillah, tapi yang saya lihat saat ini tim masih butuh balajar banyak lagi. Terlebih sekarang kami lebih banyak pemain muda yang masih harus banyak belajar dan terpenting semua pemain yang ada di tim ini bisa bermain dengan konsisten.

Anda dikenal keras dan tidak kompromi dalam bermain …

Biasa saja (haha)

Siapa pemain idola Anda?

Mauly Lessy. Kenapa dia? Karena ia sosok yang mengenalkan saya pada sepak bola, lalu kami sama-sama pemain belakang yang punya karakter yang sama. Ya dialah idola saya sampai sekarang dan belum bisa tergantikan.

Apa harapan Anda untuk sepak bola Indonesia?

Semoga ke depannya persepak bolaan Indonesia lebih baik lagi dari segi pembinaan usia muda, karena itu hal yang penting dalam membangun sebuah tim di Indonesia.*Hadi Febriansyah

Profil : 
Manahati Lestusen
Lahir: 17/12/1993
Usia: 25
Posisi: Bek/Gelandang
Klub: PS Tira-Kabo


Baca Juga :
- Hilton Moreira - Nyanyi Indonesia Raya Setiap Hari
- Airlangga Sucipto : Saya Terpanggil karena Cinta

Karier Klub 
2013    CS Vise
2014     Persebaya
2015-    sekarang  PS Tira-Kabo

Karier     Timnas
2008    Indonesia U-17
2011    Indonesia U-19
2013    Indonesia U-23
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA