#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ramos dan Kean
25 Maret 2019 04:00 WIB
ITALIA, Spanyol, dan Inggris, memulai langkah dalam kualifikasi Piala Eropa 2020 ini dengan hasil posisit. Italia menang atas Finlandia lewat dua gol Nicola Barella dan Moise Kean. Sedangkan Tim Matador menekuk Norwegia, 2-2, ditandai dengan gol Rodrigo Moreno dan penalti ala Panenka oleh Sergio Ramos. Sedangkan di London, Inggris berpesta gol, di antaranya lewat hattrick Raheem Sterling.

Dengan kemenangan tersebut, Inggris untuk sementara memimpin Grup A, Spanyol memimpin grup F, sedangkan Italia di posisi kedua Grup J, di bawah Yunani. Gli Azzurri di peringkat kedua karena menang dalam laga kandang dengan dua gol sedangkan Yunani di posisi pertama setelah meraih kemenangan tandang juga dengan skor yang sama saat mengalahkan Liechtenstein.

Jika Inggris beruntung memiliki bintang yang semakin matang, Sterling, dan Italia sukses dalam transisi dengan kehadiran telanta-talenta baru seperti Barella dan Kean, Spanyol juga beruntung karena punya sosok senior yang sarat pengalaman, Ramos. Gol penalti bek Real Madrid tersebut ke gawang Norwegia memperlihatkan bagaimana pemain dengan jam terbang tinggi seperti Ramos (162 pertandingan dengan timnas Spanyol), mampu mengatasi tekanan dengan cara yang spesial.


Baca Juga :
- City Semakin Dekati Gelar
- Getafe yang Mengejutkan

Penalti bukanlah situasi yang memberikan beban bagi mantan pemain Sevilla ini. Total, dari 10 kesempatan penalti sepanjang musim ini yang didapatkannya, bek 32 tahun tersebut berhasil membuat semuanya menjadi gol. Dari 10 gol penalti tersebut, delapan di antaranya diciptakan bersama Madrid. Di sisi lain, gol juga sudah menjadi bagian dari Ramos. Dia adalah bek yang memiliki insting tinggi untuk ukurang pemain bertahan. Tanpa peran Ramos, Spanyol boleh jadi hanya akan mengakhiri laga dengan hasil imbang (satu poin).


Baca Juga :
- Faktor Old Trafford
- Ujian Sesungguhnya bagi Solskjaer

Ya, tidaklah mengejutkan melihat Ramos menjadi penentu kemenangan Spanyol lewat penalti yang diciptakannya. Berbeda dengan Italia, khususnya sosok Mousa Kean. Pemain yang baru berusia 19 tahun ini memperlihatkan potensinya menjadi bintang masa depan Gli Azzurri ketika berhasil memanfaatkan umpan rekan setimnya, Ciro Immobile. Dengan gol tersebut, pemain Juventus ini menjadi pemain termuda kedua dalam sejarah timnas Italia setelah Bruno Nicole pada 1958.

Bruno Nicole  sempat menjadi harapan Italia pada 1958 hingga 1964. Namun, kariernya dengan timnas Italia hanya sebentar, total tampil dalam delapan pertandingan dan menorehkan dua gol. Nicole menorehkan gol tersebut saat Italia menang 2-2 atas Prancis dalam usia 18 tahun, 258 hari, pada 9 November 1958. Nicole pun sempat menyandang kapten termuda yang pernah tampil untuk Italia. Karena itulah, Italia tentu berharap, karier Kean akan lama di timnas, seperti Ramos di Spanyol.* Irfan Sudrajat

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA