#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Metamorfosis Bunglon Barito
15 April 2019 12:30 WIB
PENAMPILAN Gavin Kwan Adsit bersama Barito Putera dalam ajang pramusim Piala Presiden 2019, menjadi sorotan publik. Tiga golnya dalam fase Grup E, yakni dua gol saat berhadapan dengan Persita dan sebiji gol melawan Persela, cukup mengejutkan.   

Mengejutkan karena tiga gol tersebut dicetak dalam situasi tidak lazim. Pemain kelahiran 6 April 1996 itu diturunkan oleh pelatih Barito Putera Jacksen F. Tiago sebagai striker. Sejatinya ini bukan posisi yang asing bagi Gavin. Namun, peran sebagai ujung tombak ini sudah lama tak diperankan pemuda kelahiran Bali itu. 

Selama ini, Gavin lebih akrab dengan posisi bek kanan atau penyerang sayap. Pemain berusia 23 tahun ini mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Namun, Gavin mengakui, peran sebagai “bunglon” kerap ia lakukan selama dalam asuhan Jacksen bersam Barito Putera. 


Baca Juga :
- Ali Daei Berkibar dengan Daei Sport
- Sukses Mia lewat Winner Never Quit

“Bisa dikatakan coach Jackson adalah pelatih pertama yang memakai saya di semua posisi. Selama tiga tahun terakhir, saya bermain di sayap kiri, sayap kanan, striker, bek kiri dan bek kanan,” kata Gavin kepada TopSkor, Minggu (14/4). Bahkan, dalam satu pertandingan yang tengah dijalani, dapat berganti tiga posisi.

Pemain bertinggi badan 175 centimeter ini mengatakan, sebenarnya posisi aslinya saat bermain bola saat masih belia adalah sebagai striker. Tetapi seiring waktu, hal tersebut bertransformasi. Diceritakan Gavin, metamorfosis posisinya terjadi sejak bergabung dengan Borneo FC pada 2016 silam.

“Saat itu saya main sebagai bek kanan untuk senior dan sebagai striker dalam tim U-21,” tambah Gavin. Lantas, saat pindah ke Barito Putera pada 2017, dia kembali bermain sebagai penyerang. Pada saat yang sama, ia juga dipanggil Luis Milla Aspas, pelatih timnas Indonesia U-23 untuk Pra Piala Asia U-23 2019. 

Dalam asuhan pelatih asal Spanyol itu, Gavin dominan ditugaskan sebagai bek kanan. Tetapi, beberapa kali, utamanya dalam situasi mendesak, ia diberi kepercayaan sebagai striker. Kepercayaan ini tak disia-sikan, yang ia buktikan dengan menyumbang dua gol untuk timnas U-23 dan satu gol untuk timnas senior. 

Lalu, di posisi mana Gavin paling menikmatinya? “Bermain di posisi apapun pastinya saya tetap bersemangat. Dan yang paling penting adalah kontribusi saya ke tim,” ucap Gavin. Eks Mitra Kukar itu mengakui bahwa dirinya tak mempermasalahkan pelatih mau memainkannya sebagai apa.


Baca Juga :
- Johan Halls : Dari Arsenal hingga Catwalk
- Robert Fleck : Asisten Guru di Sekolah Khusus

“Semua pertandingan punya taktik berbeda dan saya sudah puas kalau sudah bisa membantu tim untuk menang,” tambah pemain bernomor punggung 18 Laskar Antasari itu. Musim ini, Gavin bertekad memberikan kemampuan terbaiknya agar tim bisa menggapai prestasi pada akhir musim.  

Satu hal yang membuat Gavin bersemangat adalah keinginannya kembali berkostum Merah Putih atau timnas Indonesia. Karenanya dirinya tak masuk usia muda lagi, kini pesaingnya adalah pemain-pemain matang nan berpengalaman. “Pastinya saya selalu termotivasi untuk gabung timnas lagi,” ia menambkan.* Sri Nugroho

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA