#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Mental Bawa ASIOP dan ISA ke Final
15 April 2019 04:05 WIB
BOGOR - Final ideal akhirnya bakal tersaji pada partai puncak Liga Hansaplast TopSkor (LHTS) U-13 2018/19 yang akan mempertemukan ISA Fossbi Trisakti melawan ASIOP Apacinti. Ini akan menjadi duel adu taktik dan strategi kedua pelatih. 

Sebab baik ISA maupun ASIOP, keduanya sama-sama memilik DNA juara. ISA merupakan juara bertahan Liga TopSkor musim lalu. Sementara ASIOP adalah juara di edisi sebelumnya (2017). ASIOP bahkan berhasil mencatat rekor dengan meraih gelar juara selama tiga musim beruntun (2015, 2016, 2017). Sebelum akhirnya rekor tersebut dipatahkan oleh ISA pada musim lalu. 

Artinya, laga final nanti diyakini bakal menyajikan pertandingan sepak bola usia muda yang memiliki gaya bermain yang eksplosif dan menghibur. Selain itu juga ada gengsi yang dipertaruhkan.


Baca Juga :
- Isa Fossbi Juara
- Supremasi Pembinaan

Baik ISA dan ASIOP bahkan telah memperlihatkan mentalitas yang tangguh dalam laga semifinal yang digelar di lapangan Universitas Trisakti, Nagrak, Ciangsana, Minggu (14/4). Kedua tim sempat tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya bangkit dan membalikkan keadaan. Dikejutkan dengan permainan yang berbeda dari Siaga, ISA sempat kerepotan.

Sempat tertinggal di babak kedua, ISA akhirnya menutup laga dengan kemenangan 2-1. ”Ya saya akui, anak-anak terlihat tegang pada laga tadi (kemarin). Ada beberapa peluang yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik terbuang,” kata Zuchli Imran Putra, pelatih ISA. “Ini akan menjadi koreksi besar saya dan tim pelatih jelang final.”

Stamina Siaga Pratama
Di sisi lain, pelatih Siaga Pratama Kusnadi mengakui kekalahan timnya dari ISA. Stamina dan kualitas individu dikatakan Kusnadi jadi faktor pembeda. Tapi secara umum, dia puas melihat perkembangan dari anak asuhnya selama kompetisi. “Banyak pelajaran yang didapat anak-anak selama satu musim ini. Kami kalah tadi karena stamina anak-anak tidak optimal," kata Kusnadi.

Sementara, ASIOP sempat dibuat tersentak lewat gol cepat Kabomania yang dicetak M Taufiqul Hakim pada menit keenam lewat tendangan bebas. Setelah gol tersebut, pertandingan semakin seru. Kedua tim semakin berani tampil terbuka dan menyajikan sepak bola positif.

Dengan mengandalkan kualitas umpan-umpan akurat bola pendek, ASIOP dominan dalam penguasaan bola. Hasilnya gol balasan tercipta lewat kerjasama apik yang dituntaskan dengan sempurna oleh Jonnah Biel pada menit ke-15. Bahkan, ASIOP berbalik unggul lima menit berselang lewat kaki sang winger Pradipa Raihan.

Berbalik tertinggal, Kabomania tak  menyerah. Tekanan ditingkatkan tim asal Bogor itu. pelatih Kabomania Imral Usman menginstruksikan para pemainnya untuk lebih agresif dalam menyerang. Lagi-lagi, M Taufiqul Hakim menjadi pembeda lewat gol keduanya juga dari tendangan bebas 10 menit jelang bubaran.

Laga pun harus dilanjutkan dengan adu penalti. Pada momen ini, ASIOP tampaknya lebih siap ketimbang Kabomania. Terbukti, empat eksekutor ASIOP sukses menjalankan tugas. 

Kabomania Tak Kecewa
Sementara dua penendang Kabomania gagal menaklukkan kiper ASIOP, Bintang Komarudin. Sukses menggagalkan dua eksekutor penalti Kabomania, Bintang pun dinobatkan sebagai "bintang" pertandingan atau man of the match. ASIOP pun memenangi drama adu penalti (4-1) setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal.

“Saya syukuri hasil ini tentunya. Tapi saya punya banyak pekerjaan sebelum final nanti. Yakni konsistensi dalam bermain masih menjadi persoalan. Dalam pertandingan tadi (kemarin), kami hanya bisa bermain selama 40 menit, 20 menitnya hilang. Ini berbahaya kalau lawan memanfaatkan 20 menit itu," kata Yayat Supriatna, pelatih ASIOP.

Sedangkan, pelatih Kabomania Imral Usman, mengaku tak kecewa dengan hasil ini. Karena menurutnya, perjuangan tim yang sejak awal kompetisi tanpa menggunakan pemain "joker" atau pemain dengan usia yang lebih tua, sudah luar biasa. “Mereka berjuang bersama-sama dan tidak saling mengandalkan satu sama lain. Tidak ada tim yang mau kalah di adu penalti. Tapi inilah sepak bola," kata Imral.* Furqon Al Fauzi

Hasil Semifinal 
Lapangan Univ. Trisakti, Nagrak
Minggu, 14 April 2019
ASIOP Apacinti 2-2 (4-1) Kabomania
MOTM: Bintang Komarudin  (ASIOP)
ISA Fossbi 2-1 Siaga Pratama
MOTM: Imam Badrujaman (ISA)

Jadwal Final
Minggu, 21 Apri 2019
ASIOP Apacinti vs ISA Fossbi
Peringkat 3-4
Kabomania vs Siaga Pratama

Rapor Finalis
ISA Fossbi
Main: 26
Menang:  21
Seri: 2
Kalah: 3
Gol: 62
Kebobolan: 11


Baca Juga :
- Semifinal Momen Adu Karakter
- Dominasi Grup Skor di Semifinal

ASIOP
Main 26
Menang  17
Seri 5
Kalah 4
Gol 39
Kebobolan 14


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA