#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Inkonsistensi Jadi Kelemahan Ganda Putri Indonesia
15 April 2019 08:42 WIB
SINGAPORE – Hasil buruk yang diraih ganda putri Indonesia pada Singapore Open 2019 mendapat sorotan tajam. Terutama mengingat tidak ada satu pun dari empat wakil yang mampu menembus perempat final.

Hasil terbaik dicapai Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto yang hingga babak kedua. Sementara, tiga wakil lainnya terhenti di babak pertama turnamen dengan level Super 500 tersebut.

Fakta itu yang membuat Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian bakal segera mengevaluasi. Tidak hanya Singapore Open 2019 saja, melainkan juga terkait hasil di India Open 2019 (500) dan Malaysia Open 2019 (Super 750).


Baca Juga :
- Begini Pengakuan Greysia/Apriyani Usai Tersingkir di Babak Pertama
- Greysia/Apriyani Terhenti, Alami Penurunan Usai Juara India Open 2019

Dalam periode itu, hanya Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang sukses meraih gelar pada India Open 2019. Hanya, pasangan yang akrab disapa GreyAp itu absen pada Singapore Open 2019 karena butuh istirahat akibat mengikuti tiga turnamen beruntun.

Yang paling disorot, tentu saja Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta. Menurutnya, penampilan ganda putri dengan julukan KeRiz itu tidak konsisten.

Mereka mampu mengalahkan Greysia/Apriyani pada babak kedua Malaysia Open 2019. Namun, disingkirkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand) pada babak pertama Singapore Open 2019 dengan skor menyedihkan, 10-21, 6-21.

“Hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Namun, per individu ada evaluasi plus dan minus yang harus dikaji bersama,” kata Eng seperti dikutip dari rilis PBSI.

“Contohnya, kenapa Ketut/Rizki bisa kalah dari Della/Tania (babak pertama India Open 2019)? Begitu juga dengan Greysia/Apriyani di Malaysia Open 2019? Kenapa Ketut/Rizki kalah drastis di Singapura dengan skor jauh?”

Pria 41 tahun ini berharap Ketut/Rizki bisa konsisten. Khususnya, mengingat akhir bulan ini sudah berlangsung perhitungan menuju Olimpiade 2020.

“Namun, ada tren positif, dari mereka terkait persaingan. Tania yang baru dipasangkan dengan Della dan naik dari level junior bisa mengalahkan seniornya (Rizki/Ketut). Ada evaluasi buat yang mengalahkan dan dikalahkan,” Eng, menjelaskan.

“Saat menang dari Greysia/Apriyani, saya pikir ini jadi momentum untuk Rizki/Ketut melangkah lebih jauh. Namun, kenapa pada babak selanjutnya, main bisa drop sekali? Mungkin ada faktor kepuasan bisa mengalahkan rekan sendiri?”

Eng menilai lebih ke faktor non teknis. Tidak stabil.

“Kalau stabil, contohnya seperti GreysiaApriyani yang lebih ke faktor teknik. Misalnya, kemarin si A di posisi menyerang lagi kenapa, defense lagi kenapa. Ini lebih mudah buat saya untuk menginstrukstikan dan membuatkan program,” kata Eng memberi analisis.


Baca Juga :
- TTT Juara Singapore Open 2019, Okuhara Akui Tertekan
- Kalahkan Pemain Malaysia di Final, Bikin Popor Bersemangat

“Namun, kalau non teknis, balik lagi harus berangkat tidak dari saya. Melainkan juga dari atletnya.”***


Hasil Ganda Putri Indonesia di Singapore Open 2019
Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadeth (Babak Pertama): Vs Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang #1) 7-21, 17-21
Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta (Babak Pertama): Vs Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand #5) 10-21, 6-21
Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kandow (Babak Pertama): Vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang #2) 15-21, 19-21
Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto (Babak Kedua): Vs Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang #3) 21-23, 17-21

BERITA TERKAIT

news
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA