#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dua Petarung MMA Indonesia Ini Dapat Pelajaran Berharga
15 April 2019 18:54 WIB
MANILA - Dua atlet mixed martial arts (MMA) asal Indonesia, Eko Roni Saputra dan Dwi Ani Retno Wulan, memang belum dapat menghadirkan kemenangan di laga debut internasional di Manila, Jumat lalu. Namun ajang ONE: ROOTS OF HONOR tersebut memberikan pelajaran berharga bagi perjalanan karier mereka di dunia tarung bebas.

“Saya tentu kecewa dengan hasil yang didapat, namun Saya menganggap ini kekalahan yang diperlukan agar Saya bisa lebih baik lagi,” ujar Eko Roni tentang kekalahan TKO yang dia alami dari Niko Soe dari Singapura.

Meski tampil meyakinkan sejak laga dimulai, Eko yang menjalani laga debutnya di Manila itu harus menerima kekalahan setelah bagian atas pelipis kirinya robek terkena sikutan lawan saat dia melancarkan kombinasi striking.


Baca Juga :
- Sam-A Bertarung Seperti Mesin
- Sam-A Gaiyanghadao Kembali Dalam Pertaruhan Gelar Juara Dunia

Walaupun mendapat terjangan tersebut, Eko masih tegap berdiri dan nampak siap melanjutkan laga. Meski demikian, wasit memutuskan untuk mengakhiri pertandingan agar Eko dapat segera mendapat perawatan medis.

Selepas laga, banyak yang menanyakan kondisinya, termasuk CEO One Championship Chatri Sidyodtong. Eko mengatakan bahwa ia ada dalam kondisi yang baik dan siap untuk bertanding di laga selanjutnya.

“Saya akan beristirahat seminggu, sebelum melakukan persiapan untuk laga selanjutnya. Saya siap untuk laga selanjutnya, karena ada rasa penasaran juga," ujar Eko, yang kini berada di Samarinda, Kalimantan Timur.

Disisi lain, Dwi Ani sempat memberikan perlawanan keras atas Bi "Killer Bee" Nguyen, sebelum wasit memutuskan untuk menghentikan laga di ronde pertama saat atlet berpengalaman asal Vietnam itu menghantam Dwi dari posisi ground yang lebih menguntungkan.


Baca Juga :
- Kartini Inspirasi Dua Petarung Indonesia Ini
- “The Terminator” Sunoto Ditunggu di Istora Senayan

Meski kurang puas dengan hasil yang diraih anak didiknya, pelatih Senna Saputra menuturkan bahwa kekalahan tersebut dapat memicu Dwi untuk lebih berkembang dan sadar akan tantangan yang ada di depannya.

“Dwi masih muda dan punya banyak ruang untuk berkembang. Dia masih dalam masa pertumbuhan dan belum mencapai usia emasnya,” ujar sang pelatih tersebut.
 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA