#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Berburu Juara Baru Srikandi Cup
22 April 2019 10:07 WIB
YOGYAKARTA -- Kota Yogyakarta akan menjadi saksi sejarah hadirnya sang juara baru ajang bola basket putri tertinggi di Indonesia, Srikandi Cup. Musim ini, kompetisi menggunakan format kompetisi liga. Selain absennya juara bertahan Surabaya Fever pada musim ini, kompetisi juga memasuki seri pamungkas atau babak Playoffs musim 2018-2019.

Rangkaian laga menarik dari para pebasket putri ini digelar di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mulai Senin-Sabtu (22-27/4). Deddy Setiawan, Ketua Koordinator Srikandi Cup menjelaskan mengenai mekanisme Playoffs yang terbagi dalam dua pool.  

Pool A di isi oleh peringkat 1,2,7 di reguler season yakni Merpati Bali, Sahabat Semarang, Flying Wheel Makassar. Sedangkan pool B di huni oleh tim peringkat 3,4,5,6, antara lain Tanago Friesian Jakarta, Tenaga Baru Pontianak, Scorpio Jakarta, GMC Cirebon.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Febri dan Jupe, Mengangkat Persib di Timnas Indonesia
- Bima Sakti Tanggapi Stigma Masuk Timnas Harus Bayar

Masing-masing pool akan di ambil dua tim peringkat satu dan runner up yang akan di temukan dalam babak semifinal dengan pool yang lainnya (juara versus runner-up). "Dengan format kompetisi liga musim ini dan juga playoffs yang telah disepakati bersama, akan menjadi suguhan pertandingan yang ketat, karena setiap game ibarat partai hidup mati yang sangat menentukan,” kata Deddy Setiawan.

Ketatnya persaingan Playoffs juga menjadi catatan penting bagi semua tim demi meraih hasil yang maksimal. Seperti yang diungkapkan oleh kapten tim Tenaga Baru Pontianak, Fanny Kalumata. Meski di akuinya babak playoffs tidak mudah, namun ia berjanji akan berjuang ekstra keras demi meraih kemenangan di setiap pertandingan yang akan mereka mainkan.

"Tenaga Baru Pontianak optimis buat ambil kesempatan di setiap game yang akan kita hadapi nanti di babak playoffs, karena dengan persiapan sekarang yang lebih baik dan lengkap, harusnya kita lebih bagus lagi dari seri-seri sebelumnya," komentar Fanny, pebasket putri yang mempunyai senjata andalannya yakni gerakan "eurostep".


Baca Juga :
- Bima Sakti: Tidak dengan Uang, Tetapi dengan Menunjukan Kemampuan Kalian!
- INFOGRAFIS: Perjuangan Indonesia di Piala Sudirman

Mendapat pujian dari lawan, Kapten tim Merpati Bali Helena Tumbelaka, tidak ingin larut dalam euforia yang berlebihan yang justru bisa berbalik menjadikan bumerang untuk timnya. Menurutnya, nuansa playoffs tidak sama dengan seri reguler, setiap tim pasti akan mawas diri dalam melakoni seri yang sangat krusial ini.

"Sudah pasti Playoffs berbeda. Opini yang mengatakan kami akan menjadi menjadi juara, mungkin karena musim lalu kita peringkat 2 dan musim ini Surabaya Fever absen. Kita tidak terbebani, justru merasa tertantang,” ucap Helena Tumbelaka, yang mengenakan jersey tim Merpati Bali bernomor punggung 57 tersebut.*

BERITA TERKAIT

news
Penulis adalah penggila sepak bola nasional dan seorang Milanisti. Fotografi dan dunia olahraga menjadi teman keseharian. Penulis juga pecinta kucing dan ikan koi.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA