#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Hillier, Pemadam Kebakaran
23 April 2019 04:15 WIB
SAAT aktif bermain, David Hillier menghabiskan kariernya selama 15 tahun di Inggris, dengan delapan tahun antaranya sebagai pemain Arsenal. Setelah pensiun, Hillier sebenarnya masih ingin mendapatkan pekerjaan dalam lingkup sepak bola, namun dia tampaknya tahu secara ekonomi tidak akan memberikan pendapatan yang besar. Hiller bukanlah pemain dengan kelas bintang. Dia hanya pemain kebanyakan.

Pria kelahiran London, 19 Desember 1969 ini bermain sebagai gelandang sejak 1988 hingga 2003. Selain memperkuat Arsenal, Hillier tampil bersama Portsmouth, Bristol Rovers, dan Barnet. Total, dia tampil dalam 260 pertandingan dan menorehkan tujuh gol. Hiller adalah bagian dari sukses Arsenal meraih dua gelar dalam satu musim, tepatnya pada 1992/93 ketika meraih Piala FA dan Piala Liga.

Hillier muncul sebagai gelandang yang tangguh dalam menjaga kekuatan lini tengah The Gunners. Meski demikian, Hillier juga diingat sebagai salah satu pemain yang kontroversial terkait sikap dan prilakunya di luar lapangan. Pada Maret 1995 contohnya dalam sebuah tes obat-obatan di latihan Arsenal, Hillier diketahui telah menggunakan cannabis. Namun, beruntung ketika itu dia lolos dari sanksi. Lalu, sebuah insiden memalukan terjadi pada 1995 di Bandara Gatwick.


Baca Juga :
- Jimmy Bullard : Beralih ke Golf
- Satu Jam Sebelum “Perang”, Aremania saling sanjung dengan Slemania

Di sana, dia ketahuan mencuri uang penumpang lainnya. Kariernya di Arsenal ketika itu pun terancam, namun kemudian Hillier hanya dikenakan denda. Itulah sebagian sisi gelap dari Hillier. Dia kemudian menganggur tanpa pekerjaan.

Ketika dalam kondisi menganggur, istrinya mendengar di radio jika petugas pemadam kebakaran sedang ramai dicari. Tak membutuhkan waktu lama, Hillier pun langsung mengajukan lamarannnya, namun sayang cukup banyak lamaran darinya ditolak. Meski demikian, ia tidak menyerah hingga akhirnya lamarannya sebagai petugas pemadam kebakaran diterima di kawasan Kota Bristol.

Meski saat ini telah bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran, terkadang ia juga masih dipercaya untuk menjadi komentator dalam sebuah pertandingan sepak bola. Kabar Hillier menjadi pemadam kebakaran pun kemudian menarik perhatian pendukung Arsenal pada masanya. Bahkan, tidak sedikit di antara suporter yang memberikan penilaian bahwa itu memang pekerjaan yang cocok bagi pria yang kini berusia 49 tahun.


Baca Juga :
- Clint Dempsey : Pilih Hip Hop
- Stuart Pearce : sang Motivator

“Saya bergabung ke Arsenal saat berusia 14 tahun dan saya salah satu pemain akademi yang paling berbakat,” kata Hillier, tertawa ketika mengenang masa kariernya bersama The Gunners. “Saya sudah masuk ke tim senior dalam usia 20 tahun, pada 1990,” dia menambahkan. Hillier pemain kunci pada masa era kepelatihan George Graham. “Tugas saya adalah merebut atau memenangkan bola dan saya harus memberikan kepada pemain lain,” kata Hillier lagi.

Sebagai pemadam kebaran, menurutnya pun tidak berbeda karena tugas ini dilakukan juga dengan kekuatan kerja sama tim. Fungsinya pun tidak berbeda. Dia “pemadam kebakaran” saat Arsenal kehilangan bola, dan kini dia adalah pemadam kebakaran sesungguhnya. “Itu pula yang dikatakan istri saya, ‘Kamu tahu, ini sedikit seperti sepak bola. Melewatkan waktu bersama, bekerja sebagai tim,’” kata Hillier, bercerita.*Irfan Sudrajat
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA