#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Isnan Ali : Sebagai Pemain Sudah, Saatnya Sebagai Pelatih
24 April 2019 12:25 WIB
DEPOK – Eks timnas Indonesia dan juga Sriwijaya FC, Isnan Ali, tiba-tiba terlihat di National Youth Training Centre, Sawangan. Ia tampak mendampingi tim tim putri Persimura Musi Rawas, Sumatera Selatan, dalam ajang play-off Piala Pertiwi 2019. Dari tiga pertandingan play-off, Persimura ia bawa melaju ke putaran final. 

“Saya belum tahu selanjutnya seperti apa,” ucap Isnan soal kemungkinan kariernya untuk tim putri. Baginya, melatih sepak bola, entah itu putri atau putra, jadi passion hidup yang tak bisa ditawar. Bagaimana Isnan bisa nyemplung di sepak bola putri? Berikut wawancara eksklusif TopSkor di Sawangan pada Selasa (23/4): 

Gimana ceritanya bisa melatih tim putri?


Baca Juga :
- Wahyu Suboseto Ajak sang Kakak Fandi Eko Juara Bersama di Bhayangkara
- Emil Audero Mulyadi: Saya Siap Menulis Sejarah Baru dalam Sejarah Sampdoria

Saya semestinya konsultan di Persimura Musi Rawas, Sumatera Selatan. Karena sudah seperti keluarga dan saya bukan orang baru, sejak 2008 saya sudah ada tim ini. Kebetulan saya ada orang tua angkat. Akhirnya sampai sekarang ikut bergabung dan membantu.

Fokus di tim putri?

Tidak tahu ya.  Kebetulan saya juga sibuk mengurus sepak bola di Kalimantan. Saya melatih di Martapura FC. Saya juga sedang mempersiapkan tim Pra PON Kalimantan Selatan. Saya belum tahu selanjutnya seperti apa. Intinya saya di sini membantu saja karena tidak ada pelatih dan tidak ada kegiatan.

Bagaimana sensasinya?

Ya tentu beda dengan tim pria. Namanya juga perempuan sama laki-laki kodratnya beda, tapi sistem bermain tidak ada yang berbeda. Dari pergerakan memang lebih lambat. 

Sepak bola putri nyaris tanpa kompetisi...

Saya rasa Piala Pertiwi ini cukup membantu. Saya juga ikuti perkembangan, katanya Liga 1 Putri akan dijalankan. Tapi  mungkin jangan tim Liga 1 saja ya, tapi tim yang siap yang memiliki finansial bagus untuk terlibat. Karena saya lihat banyak tim bukan dari Liga 1 tapi mereka siap untuk berkompetisi. 

Bagaimana akademi Isnan Ali?

Akademi berjalan lancar. Itu yang tadi saya bilang, karena di sana (Martapura) kan kami cukup ketinggalan jauh dengan di Jawa, karena minimnya kompetisi usia dini. Jadi, saya bergerak untuk mengurus itu dengan pelatih-pelatih mantan Barito Putera. 
Pengalaman saya melatih di Martapura, banyak pemain di Kalimantan tapi saat mereka sudah masuk di kompetisi professional mereka tidak bisa keluar dari tekanan. Itu mungkin karena pembentukan dari dininya tidak benar.

Bagaimana melihat Sriwijaya?

Sriwijaya saat ini sedang membangun tim sama mas Kas Hartadi. Mas Kas itu sudah tahu sepak bola di sana (Kalsel). Kami juga masih berkomunikasi dengan baik. Untuk perekrutan pemain juga ada pemain Martapura yang bergabung di Sriwijaya. Sriwijaya salah satu tim pemegang sejarah double winners. Saya rasa Sriwijaya bisa bangkit lagi.


Baca Juga :
- Alessandro Del Piero : Tidak Tepat Juve Menutup Siklus dengan Allegri
- Swasti Aswagati : Saya Pilih ke Stadion lalu Belanja Online

Apa mimpi Isnan?

Tentu ingin membawa timnya juara. Saya sudah pernah mengalami sebagai pemain, tentu sekarang sebagai pelatiih juga ingin berprestasi.*Sumargo Pangestu

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA