#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
GBK, Gelora Buat Kampanye
24 April 2019 12:30 WIB
JAGAT maya, khususnya publik sepak bola nasional, gempar pada Selasa (23/4) pagi. Itu setelah manajemen Persija merilis keterangan bahwa laga Persija vs Ceres Negros dalam ajang Piala AFC 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, akan berlangsung tanpa penonton. 

Padahal, pada Senin (22/3) malam, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persija Haen Rahmawan, mengaku sudah mengantongi izin keramaian dari polisi. TopSkor, yang mengabarkan bahwa laga tersebut akan digelar tanpa penonton, pun diserang netizen dengan sebutan penyebar hoax. 

Naasnya, pihak Persija tak menjelaskan duduk perkara persoalan. Tidak ada keterangan resmi mengapa laga tersebut harus tanpa penonton. Persija hanya menyampaikan nomor surat keputusan dari Badan Intelijen dan Keamanan (Bantelkam) Polri, yakni SI/YANMAS/172/IV/YAN 2.1/2019/Baintelkam.


Baca Juga :
- Indra Sjafri Mantu, Berikut Doa dari Menpora
- Ali Daei Berkibar dengan Daei Sport

Simpang siur status ini membuat publik marah. Tak pelak, hal ini langsung dikait-kaitkan dengan situasi politik. Salah satunya, publik menyebut GBK sebagai singkatan dari Gelora Buat Kampanye. Ini tak lain karena GBK digunakan untuk kampanye politik pada awal Maret lalu. 

Publik juga berharap polisi adil dan tegas. Bila fan Persija tak diperkanankan menonton tim kesayangannya di GBK, konser artis internasional Ed Sheran, di lokasi yang sama pada 3 Mei mendatang, diharapkan juga tanpa penonton. Apalagi, tanggal tersebut berdekatan dengan Hari Buruh. 

Publik jadi teringat dengan kisah 2018 lalu. Sesuai jadwal kompetisi, pada 3 Mei seharusnya Persija menjamu Persib di GBK. Namun, karena alasan keamanan terkait Hari Buruh, laga tersebut terpaksa ditunda. Hal sama diharapkan dilakukan polisi terkait konser musik di GBK pada 3 Mei nanti. 

Sekitar pukul 14.36 WIB, pihak Persija kembali merilis kabar terbaru. Kali ini, fan Persija yang sudah memiliki tiket, diperkanankan memasuki tribune stadion. Dalam keterangan Persija disebutkan, ini merupakan keputusan sela hasil dari koordinasi Panpel Persija dengan polisi.
 
Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian Rishadi mengatakan, pihaknya hanya ditugaskan mengamankan kegiatan di GBK, baik ada maupun tanpa penonton. “Pastinya, kami menyiapkan personel yang cukup agar semuanya lancar. Soal bagaimana proses perizinan, saya tidak tahu,” kata Arie.


Baca Juga :
- Sukses Mia lewat Winner Never Quit
- Johan Halls : Dari Arsenal hingga Catwalk

Simpang siurnya status pertandingan, menjadikan The Jakmania, sebutan fan Persija, sebagai pihak yang paling merugi. Ribuan Jakmania yang sudah bersiap menyerbu GBK, terpaksa mengurungkan niat. Naifnya, laga tersebut malah diperbolehkan dengan penonton. Jakmania merasa dipermainkan. 

Ahmad Syarif, Ketua Koordinator Lapangan Jakmania, menyebut tindakan polisi yang mendadak bisa memicu kericuhan. Apalagi, sejumlah kelompok Jakmania tetap memaksakan berangkat ke GBK. “Hal-hal semacam ini kami harapkan tak diulang lagi oleh Panpel, karena Jakmania pasti kecewa dan marah,” ucap Syarif.* Furqon Al Fauzi 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA