#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Pelatih Timnas Wanita Indonesia Pantau Piala Pertiwi 2019
25 April 2019 21:21 WIB
JAKARTA - Gelaran Piala Pertiwi 2018 menjadi ajang penting bagi para pemain dari setiap daerah untuk menujukkan kemampuan terbaiknya, khususnya di ranah sepakbola wanita. 

Keikutsertaan para peserta dari berbagai daerah, yakni sebagai perwakilan asosiasi provinsi pada ajang ini menjadi bukti bahwa niat dan usaha untuk menggalakkan sepakbola wanita di daerah itu ada.

Penyelenggaraan Piala Pertiwi yang dimulai dari babak playoff hingga putaran final yang berlangsung di lapangan NYTC, Sawangan, Depok, Jawa Barat ini pun tak luput dari pantauan Tim Kepelatihan Tim Nasional Wanita Indonesia.


Baca Juga :
- Kualifikasi Piala Dunia 2022, Daftar Pemain Timnas Malaysia untuk Lawan Indonesia
- Piala AFF U-18, Reaksi Fakhri Husaini Usai Indonesia Pastikan Peringkat Ketiga

Pelatih kepala Timnas Wanita, Rully Nere beserta asisten pelatih Yopie Riwoe dan Haryono sebagai pelatih kiper datang dan memantau setiap pertandingan yang digelar untuk menjaring pemain-pemain yang memiliki potensi untuk memperkuat skuat Garuda Pertiwi.


Baca Juga :
- Piala AFF U-18, Reaksi Pelatih Myanmar Setelah Dibantai Indonesia 0-5
- Peringkat Ketiga Piala AFF U-18, Indonesia Bantai Myanmar 5-0

“Saya bersama tim kepelatihan Timnas Wanita memang datang untuk memantau pemain yang turun pada kompetisi Piala Pertiwi. Disini kami bisa melihat secara jelas dari setiap tim yang turun, mana saja pemain yang pantas masuk Tim Nasional. Ada beberapa yang saya rasa pantas diberikan kesempatan untuk ikut seleksi” ungkap kepala pelatih Rully Nere.

Rully menambahkan adanya regulasi tentang pembatasan usia pada kompetisi Piala Pertiwi 2018 yakni tentang batas usia maksimal 27 tahun bagi pemain yang diturunkan menjadi suatu regulasi yang positif. Pasalnya dengan begitu banyak pemain muda yang bisa di proyeksikan untuk memperkuat Timnas dalam jangka panjang. “Pembatasan usia ini memang bagus sekali, dengan begitu banyak pemain usia muda yang diberikan kesempatan untuk bermain dan berkembang. Kita harus lihat proyeksi ini untuk Timnas jangka panjang, jadi tidak ada masalah dengan pembatasan usia ini. Yang penting kompetisinya ada sehingga memudahkan kami untuk memantau dan menyeleksi pemain” tutupnya.*

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA