#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Spink Sukses sebagai Kurir
26 April 2019 04:15 WIB
NIGEL Spink kini sudah 60 tahun. Sudah kakek dan mungkin sudah menghabiskan lebih banyak waktu di rumahnya. Spink akan melihat perjalan kariernya, khususnya ketika dia masih menjadi kiper Aston Villa. Salah satu momen terbaiknya adalah dalam final Piala (Liga) Champions 1981/82. Ketika itu, dia muncul sebagai pahlawan, bintang, yang membawa Villa juara dengan mengalahkan Bayern Muenchen.

Spink, dinaungi keberuntungan karena dalam final tersebut dia masih berstatus sebagai kiper cadangan. Dia tampil sebagai kiper hanya 10 menit jelang final karena kiper utama Villa saat itu, Jimmy Rimmer, mengalami cedera. Dan, Spink tampil mengesankan dengan melakukan sejumlah penyelamatan. Membuat timnya mengakhiri laga dengan clean sheet (1-0).

Total, dia tampil dalam 361 pertandingan dalam kariernya bersama Villa sebelum akhirnya pindah ke West Bromwich Albion, Milwall, dan Forest Green Rovers. Spink pun tampil sekali bersama timnas Inggris. Ya, Spink salah satu saksi dari kejayaan Aston Villa dalam ajang Eropa. Namun, kiper hanya satu dari masa yang mengesankan dalam perjalanan hidup Spink. Masa lainnya adalah ketika dirinya memutuskan gantung sepatu dan kemudian bekerja sebagai kurir.


Baca Juga :
- Jimmy Bullard : Beralih ke Golf
- Satu Jam Sebelum “Perang”, Aremania saling sanjung dengan Slemania

Perjalanannya bermula ketika dirinya termasuk dalam staf kepelatihan klub Sunderland tepatnya sebagai pelatih kiper. Namun, semua staf dan pelatih klub tersebut dipecat. Spink pun akhirnya pulang ke rumahnya di West Mindlands, bersama rekannya yang bernama Paul Munro. Hanya enam bulan kemudian, keduanya kemudian membangun perusahaan sendiri yang bernama S&M Couriers.

Keduanya tidak memiliki karyawan karena memang Spink dan rekannya itu yang bekerja menjalankan tugasnya. Mereka mengantar barang menggunakan mobil van. “Kali pertama saya mengendari van-nya, saya menyukainya. Kami adalah perusahaan kurir berskala nasional, jadi kami berpergian ke manapun,” kata Spink, mengenang.


Baca Juga :
- Clint Dempsey : Pilih Hip Hop
- Stuart Pearce : sang Motivator

Perjalanan sebagai kurir membuatnya bergairah. Kekecewaanya dalam sepak bola pun telah dilupakan. “Pekan ini, saya pergi ke Berwick, lalu ke Glasgow, ke Aberdeen, ke Cornwall, atau ke Kent,” kata Spink lagi. “Saya mengantar sebuah paket yang berisi telur, saya membawanya melewati pertanian, dan itu menjadi perjalanan yang menyenangkan,” katanya lagi.

Tidak jarang, dalam perjalanan dia selalu bertemu dengan orang-orang yang menanyakan mengapa dirinya tidak kembali lagi ke dunia sepak bola. “Mereka tidak mengerti mengapa saya tidak ingin lagi kembali. Tapi, itu tidak mengapa. Saya mengerti terkait ketidakmengertian mereka,” katanya lagi, tertawa.* Irfan Sudrajat

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA