#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kas Hartadi : Gaji Terlambat Itu Tidak Mengenakkan
03 May 2019 12:25 WIB
SOLO – Kas Hartadi akhirnya pulang kampung. Namun, ia tak datang ke Solo untuk melihat keluarga tercita, melainkan untuk mematangkan skuat Sriwijaya FC, tim yang kini ia tangani. Bagaimana Kas melihat kans tim asuhannya promosi ke Liga 1 2020? Berikut wawancra TopSkor, Kamis (2/5): 

Perbedaan Sriwijaya FC 2011 silam dengan saat ini?

Yang pasti, bedanya waktu itu di ISL kalau sekarang Liga1. Sementara saat ini kami ada di Liga 2. Kalau musim 2011/2012 itu, ada banyak pemain berkualitas. Berbeda dengan 2019 ini kami membentuk Sriwijaya FC baru. Kita kombinasikan pemain senior dengan yunior yang mayoritas berasal dari Liga 2.


Baca Juga :
- Ruben Sanadi: Saya Anak Asli Papua, Tidak Ada Perbedaan di Persebaya
- WAWANCARA EKSKLUSIF OSAS SAHA: Bangga Bisa Membela Negara Ini

Rasanya kembali ke Palembang?

Sangat senang tentunya. Namun saya memiliki beban yang tak mudah untuk dapat kembali membawa tim promosi ke Liga 1 ataupun juara.  Saya senang lihat tim saat ini yang sangat kompak dan rasa kekeluargaannya sudah sangat terasa. Ini sangat penting.

Ada yang tersisa dari skuat 2011 lalu?

Ada. Siswanto. Dia juga bagian dari tim kami kala itu.

SFC doyan pemain naturalisasi?

Yang pasti, saya senang ada pemain naturalisasi yang memiliki kualitas untuk dapat memperkuat tim di Liga 2. Tentunya ini juga disesuaikan dengan kebutuhan tim.  

Sejauh mana proses naturalisasi Hilton dan Benson?

Saat ini sedang proses. Namun sejauh mana, mungkin tepatnya bisa konfirmasi ke manajemen. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan Hilton juga dapat segera bergabung

Suka dan duka dalam meracik tim ?

Yang paling membuat saya senang adalah saat saat mampu membangun kekeluargaan dan kebersamaan dalam tim. Ini adalah sangat membahagiakan saya. Terlebih jika nanti tim mampu promosi ke kasta tertinggi. Misalnya saja saat di Kalteng Putra musim 2018 lalu. Kalau yang tidak mengenakkan, ini tentu juga ada. Misalnya kalau gaji terlambat atau ada pemain yang tidak bisa masuk line up.  

Anda mengajak skuat SFC mampir ke rumah di Solo…

Ini adalah bagian dari cara untuk lebih membuat kami menyatu dan menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan. 

Hasil dua uji coba di Yogyakarta?

Lawan Persebi Boyolali kami kalah. Namun itu tidak bisa dievaluasi karena lapangan memang sangat buruk akibat tergenang air hujan. Kami tetap mainkan karena sudah terlanjur tiba di lokasi. Lawan Badak Lampung FC, strategi dapat berjalan dengan baik dan hasilnya 1-1. Terakhir besok (hari ini) kita lawan Persis Solo.

Apa kabar King Eric Cantona (anak pertama Kas)... 

Ia kini tengah bertarung dalam Elite Pro Academy U-16 bersama Kalteng Putra. Posisinya adalah sebagai wing kanan atau kiri. Sama seperti posisi saya saat jadi pemain dulu. Saya selalu memotivasi dia untuk tetap semangat dan fokus jika ingin menjadi pemain yang bagus.
  
Dengan skuat yang ada, seberapa yakin akan promosi?

Saya selalu menanamkan pada pemain bahwa kami di tim saat ini memiliki satu satu misi yang sama yakni membawa tim promosi ke Liga 1. Jadi kami akan kerja sama dengan ekstrakeras untuk dapat mewujudkannya.


Baca Juga :
- WAWANCARA DJADJANG NURDJAMAN: Kami Akan Memulai dengan Taktik Baru
- Wawancara Eksklusif Cucu Sumantri: Ini adalah Perintah

Nuansa Solo di tim pelatih SFC begitu kental…

Iya, saya merasa cocok dengan asisten pelatih saat ini yang kebetulan berasal dari Solo, Ada Hartono Ruslan dan Didik Listiyantoro. Ini lebih pada kami ada dalam satu visi dan cocok saja dalam ritme kerja.* Sri Nugroho
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA