#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
KONI DKI Jakarta Dinilai Butuh Rp 2 Triliun untuk Target Juara Umum PON 2020
04 May 2019 14:28 WIB
JAKARTA - KONI DKI Jakarta diminta mengajukan anggaran yang realistis dan terperinci. Hal ini demi mengejar target juara umum PON 2020 Papua. Setidaknya untuk meraih prestasi itu hitung-hitungan anggaran bisa mencapai Rp 2 triliun.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik dalam pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI DKI Jakarta di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Sabtu tadi siang. Ia mengaku dapat informasi bila KONI DKI Jakarta hanya mengajukan anggaran Rp 750 miliar untuk tahun 2020.

"Menurut saya butuh Rp 2 triliun kalau harapannya memang ingin merebut kembali juara umum PON," kata M. Taufik yang merupakan Ketua Dewan Pembina KONI DKI Jakarta.


Baca Juga :
- Liga Hansaplast TopSkor U-13 2019/20 Dimulai
- KONI Pusat Siap Ambil Bagian dalam Perkembangan Esports di Indonesia

Taufik menyarankan setelah RAT selesai, KONI DKI Jakarta mengajukan proposal anggaran dengan nilai fantastis. Tapi tetap harus realistis. Jangan sampai mengada-ada. Misalnya menyusun anggaran dengan kegiatan yang tidak tepat sasaran.

Dalam dua pelaksanaan PON terakhir, 2012 dan 2016, DKI Jakarta tidak mampu menjadi juara umum. Oleh karena itu dalam beberapa kesempatan KONI DKI Jakarta memunculkan moto "Ayo Bung Rebut Kembali" jelang PON 2020 Papua.

"Jadi untuk kembali juara umum PON perlu kerja keras, mengingat tantangan yang bakal dihadapi sangat berat,” ujar M Taufik dalam pembukaan RAT yang turut dihadiri Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno dan Kadispora Achmad Firdaus.

Sebelum menutup pembicaraannya, Taufik mengharapkan antara KONI DKI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) membangun sinergi yang baik ke depannya. Kedua Lembaga ini berbagi peran dengan baik, sehingga apa yang dicita-citakan untuk merebut juara umum PON bisa terealisasi.

“Jadi saya berharap Dispora jangan tertarik mengelola olahraga prestasi. Olahraga prestasi serahkan saja ke KONI DKI Jakarta. Dispora urusannya olahraga pelajar yaitu POPNAS dan POMNAS,” ucap Taufik.

Menanggapi hal ini Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo mengatakan pengajuan anggaran yang dibuat sudah dilakukan secara cermat. Mulai pengajuan anggaran Pelatda dari cabor, kebutuhan pembinaan atlet, rencana try out dalam dan luar negeri, maupun pemusatan latihan ke luar negeri.

“Jadi pengajuan anggaran KONI DKI ke Pemprov DKI untuk dana hibah telah melalui pembahasan yang terukur dan matang,” kata Djamhuron.


Baca Juga :
- Papua Tunggu SK Cabor PON dari KONI Pusat
- Patahkan Prediksi, Basket Putra Jawa Tengah Kalahkan DKI Jakarta!

Menghadapi PON Papua, KONI DKI Jakarta menyiapkan 957 atlet lapis I, 227 atlet lapis II, 154 pelatih lapis I, 32 pelatih lapis II, 117 asisten pelatih lapis I, dan 24 asisten pelatih lapis II dengan total 1.511 personel.

“Seluruh personel atlet, pelatih, dan asisten pelatih sudah masuh ke KONI DKI Jakarta, tinggal dibuatkan surat keputusan,” ujar Djamhuron. RAT KONI DKI 2019 dihadiri 51 cabang olahraga dan perwakilan KONI wilayah.*Husni Yamin

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA