#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dari Barcelona, Istanbul, Sampai ke Liverpool
09 Mei 2019 12:08 WIB
KEAJAIBAN kerap kali mengiringi sebuah pertandingan sepak bola, tak terkecuali di Liga Champions. Berulang kali terjadi comeback fantastis yang sulit dibayangkan sebelumnya dan nyaris mustahil dilakukan. Namun keajaiban itu kembali terulang pada 7 Mei lalu. Kali ini di Stadion Anfield, Liverpool.

Di luar dugaan, Liverpool FC sukses mematahkan prediksi, mengejar defisit 0-3 dari FC Barcelona dalam leg pertama semifinal. Tak ada yang menyangka, bahkan mungkin kubu The Reds, bahwa mereka mampu membungkam Lionel Messi dan kawan-kawan 4-0 di Anfield. Namun, itulah keajaiban yang tentu saja disertai dengan kerja keras.
  
Namun laga di Anfield bukan satu-satunya di mana comeback luar biasa pernah terjadi di Liga Champions. Pada musim lalu, AS Roma juga sukses melakukan hal serupa. Korbannya lagi-lagi Barcelona. Dalam perempat final, wakil Italia itu kalah 1-4 di Camp Nou. Ajaibnya, Roma mampu mengalahkan Barca 3-0 di Olimpico. 

Edin Dzeko dan kawan-kawan pun berhak meraih tiket ke semifinal karena unggul produktivitas tandang dari Barcelona. Kisah heroik tersebut pun pernah dirasakan Barca pada 2016/17 lalu. Ketika itu, harapan mereka untuk bisa lolos dari 16 besar sangat tipis usai dibungkam Paris Saint Germain FC (PSG) 0-4 pada leg pertama.


Baca Juga :
- Jimmy Bullard : Beralih ke Golf
- Satu Jam Sebelum “Perang”, Aremania saling sanjung dengan Slemania

Namun dalam pertemuan kedua dengan Les Parisiens di Camp Nou, Barcelona tampil menggila. Mereka membalikkan keadaan, membungkam PSG dengan skor 6-1. Bek sayap Sergi Roberto mengantar klub La Liga tersebut keluar dari lubang jarum dengan golnya di masa injury time.

Keajaiban juga pernah berlangsung pada partai puncak turnamen antarklub elite Eropa tersebut. Stadion Ataturk, Istanbul, 25 Mei 2005, berubah menjadi tempat bersejarah bagi Liverpool. Ketika itu, fan The Reds sudah pasrah menyaksikan timnya tertinggal tiga gol di babak pertama melawan raksasa Italia, AC Milan.

Tetapi kegigihan dan aksi heroik yang diperlihatkan Liverpool yang dimotori kapten Steven Gerrard mampu mengubah jalan cerita di babak kedua. Gol Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso membuat kedudukan berakhir 3-3 dan membuat laga harus dilanjutkan melalui adu penalti yang sukses dimenangkan  The Reds, 3-2.  


Baca Juga :
- Clint Dempsey : Pilih Hip Hop
- Stuart Pearce : sang Motivator

Enam tahun sebelum momen di Istanbul, rival Liverpool, Manchester United FC (MU) telah lebih dulu membuat keajaiban. Menghadapi FC Bayern Muenchen dalam final di Barcelona, Setan Merah tertinggal 0-1 hingga waktu normal terjadi. Namun memasuki injury time, keajaiban terjadi.

Gol dua pemain pengganti MU, Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer pada detik-detik akhir memastikan trofi diboyong ke Manchester. Itu hanya sebagian comeback luar biasa yang pernah terjadi di Liga Champions serta membuat kompetisi ini selalu penuh kejutan.*I Gede Ardy Estrada   
  
   

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA