#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dion Dublin : Pencipta The Dube
09 May 2019 04:15 WIB
DION Dublin memiliki minat yang besar terhadap musik. Dia mahir memainkan saxophone. Namun, yang membuatnya semakin spesial, Dublin menciptakan perkusi yang bernama The Dube. Bentuknya persegi namun dengan masing-masing sisinya memiliki suara yang berbeda. “Ketika saya masih bermain, saya mengunungi toko dan membeli kayu serta paku,” kata Dublin, bercerita.

Kemudian, di rumahnya, dia pun merangkaikan semua bahan tersebut dan jadilah alat musim yang bernama The Dube. Alat ini pun sudah dipatenkan dan menjadi salah satu alat dalam dunia musik. “Anda tidak perlu menggunakan bantuan suara karena alat ini sudah menimbulkan suara yang mudah didengar. Caranya bermain tergantung dari pukulan Anda, improvisasi Anda,” katanya lagi.

Ya, itulah Dublin. Dia mantan pemain Manchester United (MU) namun tidak memiliki karier yang cemerlang di klub ini.  Pemain kelahiran Leicester ini juga gagal mendapatkan medali juara Premier League karena mengoleksi kurang dari 10 penampilan sebelum akhirnya diberikan dispensasi oleh FA. Di MU, Dublin tidak bisa berbuat banyak. Kalah saing dengan Eric Cantona, Mark Hughes, dan Brian McClair.


Baca Juga :
- Indra Sjafri Mantu, Berikut Doa dari Menpora
- Ali Daei Berkibar dengan Daei Sport

Meski gagal bersinar bersama, Dublin mengaku senang bisa bermain bersama mereka. Ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari sejarah United meski harus merasakan sakitnya patah kaki. Perlahan-lahan Dublin mampu memperbaiki karirnya dengan menjadi salah satu striker terbaik di Inggris. Kesuksesannya ia raih saat memperkuat Coventry City dan Aston Villa. Pada musim 1997/98 ia mengakhiri liga primer dengan status top skor. Tidak hanya itu, namanya juga masuk di peringkat ke 19 dalam daftar pemain yang bisa membuat 100 gol atau lebih di Premier League.

“Musik adalah bagian dalam hidup saya. Namun, dalam hidup dan karier, sepak bola tetaplah yang utama,” kata Dublin, bercerita. Tapi, dia mengakui bahwa kehidupan sebagai sepak bola tidak akan lama. Karena itu, dia pun membutuhkan sesuatu yang membuat dirinya merasa bahagia. Dan, dengan musik dia menemukan kembali semangat dan kegembiraan dalam kehidupan.*Irfan Sudrajat

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA