#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Wildan Ramdani : Wajibkan Diri Baca Alquran Satu Juz Tiap Hari
09 Mei 2019 12:20 WIB
RAMADAN adalah bulan yang paling dinantikan. Bulan penuh berkah dan rahmat bagi umat Islam, menjadi damai dan tentram. Bulan yang membuka cakrawala kehidupan semakin positif. Itulah yang dirasakan Wildan Ramdani. Penyerang muda Persib Bandung itu ceria menyambut kehadiran Ramadan. 

Tingkah laku baik pun disusunnya sebagai prioritas utama. Khatam Alquran, selain puasanya tidak bolong di tengah jalan. "Setiap hari sedikitnya harus baca Alquran minimal satu juz. Bacanya pagi selepas salat subuh atau malam setelah tarawih. Mengaji enggak boleh tertinggal,” Wildan menuturkan.
 
Dalam tiga tahun belakangan, diakui Wildan, setiap Ramadan dirinya selalu khatam Alquran. Ramadan dan mengaji adalah dua hal yang tidak bisa dilepaskan dari rutinitasnya Selalu berdampingan. Sejak kecil ia sudah terbiasa menjalaninya. 

"Mengaji sebenarnya tiap hari. Tapi rasanya beda kalau pas bulan puasa. Bukan cuma pahalanya. Ada aura yang sulit diungkap dengan kata. Makanya, khatam Alquran jadi prioritas. Amalnya, pasti yang utama. Apalagi di bulan suci. Kewajiban muslim melaksanakannya," kata pemain jebolan Diklat Persib itu kepada TopSkor.


Baca Juga :
- Dario Silva : Tidak Menyerah
- Tyler Rix : Pilih Saksofon

Sebagai pesepak bola yang kehidupannya keras karena persaingan memperebutkan posisi bermain sangat ketat, mengaji dan Ramadan membuat hatinya damai. Pemain 20 tahun itu mengaku bisa menjalani hidup nyaman. Ditambah doa yang tidak pernah putus, Wildan pasrah dan berikhtiar kepada keputusan-Nya.

"Ramadan membuat hati tenang. Tidak gundah memikirkan karier. Tidak pusing dengan status cadangan abadi. Jalani saja sebaik-baiknya. Semua saya pasrahkan kepada Yang di Atas. Rezeki enggak akan ketukar," ucap Wildan. 

Meski demikian, sebagai pesepak bola, ia mengakui ada konsekuensi terkait ibadah saat Ramadan. “Biasanya, susah salat tarawih di masjid. Terutama kalau tim harus latihan malam atau pas bertanding. Tapi, selama masih memungkinkan, tetap diusahakan tarawih di masjid," kata Wildan.

Dibesarkan dan dididik agama yang kuat dalam keluarga, membuat Wildan ketat menjalankan ibadah Ramadan. Sejak kecil ia rajin berpuasa dan merasa rugi ketika harus batal berpuasa. Bahkan, puasa tetap dijalaninya meski tidak bisa melepaskan aktivitas sehari-hari di lapangan bola.


Baca Juga :
- Jimmy Bullard : Beralih ke Golf
- Satu Jam Sebelum “Perang”, Aremania saling sanjung dengan Slemania

Tapi, pernah suatu saat Wildan menyerah. Terpaksa 20 hari tidak menjalankan ibadah puasa. Tepatnya pada 2013, saat bersama klubnya Saswco FC jadi wakil Indonesia tampil di event Manchester United Premier Club, Inggris. Sejak TC di Indonesia hingga tampil di Stadion Old Traford, 20 hari Wildan tidak berpuasa.

"TC nya berat banget. Enggak ada yang kuat puasa. Begitu sampai di Inggris, waktu puasanya panjang banget. Kultur dan budaya juga jadi hambatan. Terpaksa diganti membayar fidiah. Tapi tetap terharu ketika salat Idul Fitri di Manchester berbaur dengan umat muslim dari berbagai negara," kata Wildan soal hal unik yang pernah dialaminya saat Ramadan.*Dani Wihara

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA