#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Perjuangan “Unicorn King” Sebelum Meraih Prestasi di ONE
09 May 2019 16:46 WIB
JAKARTA - Angelo Putera Bimoadji tidak menyangka bahwa mixed martial arts (MMA) akan menjadi jalan hidup dan kariernya saat ini. Saat remaja, petarung yang tampil melawan Guntur dalam ajang ONE: FOR HONOR minggu lalu ini tidak mengetahui bahwa ia memiliki bakat terpendam.

Lahir dari keluarga berada 21 tahun lalu di Jakarta, Angelo sebenarnya mendapatkan dukungan penuh dari keluarga untuk menjalani hobi apapun yang ia sukai. Namun kenyataannya, hidup tidak selalu mudah bagi atlet muda ini.

Ada saat dimana dia merasa apapun yang ia lakukan berakhir sia-sia, karena ia tidak mampu menjawab harapan kedua orang tuanya. Ia merasa rendah diri karena dukungan keluarganya tidak selalu berbanding lurus dengan hasil yang ia capai.


Baca Juga :
- Apa Yang Dipertaruhkan Dalam ONE: MASTERS OF DESTINY?
- Catatan KO Terbaik dari Petarung di ONE: MASTERS OF DESTINY

“Di sekolah, saya mudah sekali menangis. Saat SD, tubuh saya paling kecil dan kurus diantara teman-teman sebaya,” kata Angelo mengenang masa kecilnya.

“Dari SD sampai SMP, semua hal yang saya lakukan, mulai dari renang, Wushu Taolu, belajar musik sampai les bimbel, semuanya tidak selesai. Papa saya sempat kecewa karena saya selalu menyerah, sementara beliau punya harapan tinggi karena ia dulunya adalah seorang atlet renang.”

Perjalanannya berlanjut sampai saat menginjak SMA. Sebuah peristiwa tidak mengenakkan menjadi sebuah motivasi besar baginya untuk berubah.

“Pada saat SMA, ada kasus bullying di sekolah. Saya dan teman-teman dekat saya menjadi korban perundungan, dan saat itu saya mulai berpikir untuk mempertahankan diri,” ungkapnya.

Peristiwa ini membekas dalam ingatan Angelo. Ia merasa perlu untuk bangkit agar peristiwa yang sama tidak terulang pada dirinya maupun orang-orang terdekatnya. Berbekal rasa penasaran, serta tekad kuat untuk berubah, Angelo memasuki dunia beladiri. Dirinya mulai berkenalan dengan MMA sebagai upaya membentengi dan mengembangkan potensi diri.

“Saya akhirnya memilih MMA karena terinspirasi oleh Brock Lesnar. Sampai sekarang saya terus berlatih keras karena saya merasa, inilah jalan hidup yang harus saya banggakan,” tutur atlet yang kini dijuluki “The Unicorn King” tersebut.

“Papah saya selalu memberikan ajaran yang keras dan tegas, supaya saya menjadi laki-laki yang bertanggung jawab. Dari kecil saya diberi prinsip ‘You Get What You Earned’.”

Rangkaian peristiwa yang dia jalani telah mengantarkanya pada dirinya saat ini. Angelo merupakan atlet muda dengan prospek cerah dalam dunia MMA internasional. Kemenangannya melawan Guntur “Black Ant” melalui kuncian armbar di ronde pertama ajang ONE: FOR HONOR di Jakarta menjadi bukti bahwa Angelo memiliki talenta tersendiri.


Baca Juga :
- Pengalaman Atlet ONE Championship Berbelanja dari UKM Indonesia 
- Atlet MMA Asal Indonesia Serukan Perang Terhadap Narkoba

Melalui ONE Championship, dirinya tertantang untuk menunjukan kualitas diri di pentas global.

Disisi lain, kemenangan ini sekaligus membuktikan kemampuannya untuk bangkit, setelah di laga debutnya tahun lalu ia harus mengakui keunggulan rekan senegaranya – yang juga memenangkan pertandingannya di ajang yang sama – Adrian Mattheis.

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA