#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ralph Hasenhuettl: Sosok Pelatih Jujur Sekaligus Penuntut
13 Mei 2019 12:50 WIB
SOUTHAMPTON FC berada di bawah Huddersfield Town AFC ketika Ralph Hasenhuettl ditunjuk sebagai pelatih pada Desember 2018. Brighton & Hove Albion FC berada di urutan ke-10, unggul 12 poin. Namun juru taktik asal Austria pertama di Liga Primer tersebut membuktikan diri mampu menyelamatkan The Saints dengan dua laga tersisa.
 
Hasenhuettl butuh lima bulan untuk mengisi ulang energinya setelah meninggalkan RB Leipzig, pindah ke liga baru, bekerja dengan bahasa baru. Bahkan dia pun mengakui penunjukannya itu berisiko. Yang ditekannya sejak awal adalah bahwa metode mudah bukan opsinya. “Saya respek kepada pemain, jujur, sekaligus penuntut!”
 
Pada pagi pertamanya di Staplewood, kompleks latihan Southampton, Hasenhuettl menyerahkan kertas kepada penjaga gedung berisi gambar rinci, garis-garis horizontal dan vertikal putus-putus yang akan dicat di lapangan untuk menginstruksikan kepada pemain di mana mereka harus berada. Dan, ia ingin pengerjaannya pada hari itu juga.
 
Cara latihan dan berpikir pemain juga menjadi perhatian Hasenhuettl. Dia bersikeras ruang ganti harus selalu rapi. Hubungannya dengan timnya adalah saling respek. Bukannya denda uang, jikapun ada hukuman, para pemain harus membayar dengan sesuatu yang jauh lebih berharga: waktu luang mereka.
 
Formasi yang disukai Hasenhuettl adalah 4-2-2-2, tetapi setelah mengkritik skuatnya, dia membuat Southampton lebih tangguh, menggunakan tiga pemain di belakang dengan bek sayap yang cepat. Timnya bermain dengan tempo tinggi, sangat agresif ketika kehilangan bola. “Parkir bus” saat diserang, lalu menyerang balik dengan cepat.
 
Husenhuettl tipikal agresif dan penuntut, seperti diakui Danny Ings: “Instruksi terus berhamburan dari mulutnya. Dia suka tim tampil menekan, memastikan lawan tidak pernah nyaman. Itu cocok dengan permainan saya karena saya selalu mencoba masuk ke pertahanan lawan dan membuat mereka tertekan,” ujar striker Southampton itu.
 
Hasenhuettl secara teratur mengubah formasi selama pertandingan dan tidak takut dengan pergantian pemain di awal laga. Jannik Vestergaard menghadapi bosnya saat ini enam kali di Bundesliga, Jerman. Bek The Saints itu tak pernah menang sekali pun atas tim asuhan Hasenhuettl, RB Leipzig.
 
“Mereka sangat agresif,” kata Vestergaard, menggambarkan mantan tim Hasenhuttl, Leipzig. “Tidak membiarkan Anda merasa nyaman dengan bola, tidak memberi Anda waktu sama sekali. Saya tidak pernah merasa bahwa kami akan mencetak gol dengan mudah. Ini membuat saya tidak suka bermain melawan timnya.”
 
Dengan sembilan kemenangan dalam 45 laga sebelumnya di St Mary's, Southampton tak pernah menikmati bermain di kandang. Sebelum laga kandang debutnya, Hasenhuttl memberi setiap pemegang tiket musiman voucher untuk bir gratis dan hasilnya mereka menang 3-2 atas Arsenal. Setelah 11 laga kandang, rekor Hasenhuttl adalah W5 D2 L4.
 
Satu lagi, Hasenhuttl mampu mengeluarkan kemampuan terbaik tiap pemainnya. James Ward-Prowse mencetak tujuh gol dalam 16 laga di bawahnya, lalu dipanggil timnas Inggris setelah dua tahun. Sebelumnya, Nathan Redmond tidak memiliki assist dan gol. Kini dia menyulap delapan gol dan empat assist. “Dia jujur kepada kami sejak awal.”*Nurul Ika Hidayati 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA