#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS: Apakah Maurizio Sarri Akan ke Juventus?
14 May 2019 12:37 WIB
TURIN – Juventus frustrasi. Ada Cristiano Ronaldo yang bersitengang dengan kapten AS Roma, Alessandro Florenzi. Lalu gol CR7 yang dianulir karena penyerang Juventus ini dinilai dalam posisi offside. Sebelum kekalahan si Nyonya Besar pada pekan ke-36 ini, diwarnai pula dengan pernyataan Direktur Olahraga Pavel Nedved terkait masa depan pelatih Massimiliano Allegri. “Lihat saja nanti,” kata Nedved, mantan bintang Juventus.

La Vecchia Signora memang sudah juara Seri A 2018/19. Meski demikian, kekalahan dari I Giallorossi tetap dicatat sebagai hasil buruk dalam era kepelatihan Massimiliano Allegri. Dengan hasil tersebut, Juventus tidak pernah menang dalam tiga laga terakhir sejak mereka memastikan gelar scudetto pada pekan ke-33 lalu, setelah mengalahkan Fiorentina, 2-1, 20 April lalu. Masih ada dua laga sisa yang harus dimainkan Juventus yaitu menghadapi Atalanta dan Sampdoria.

Perhatian tifosi kini bukan lagi hasil yang akan diraih melainkan tentang masa depan Allegri. Kegagalan Juventus meraih gelar Liga Champions musim ini yang membuat posisi Max—panggilan Allegri—menjadi sorotan. Masa depan pelatih 51 tahun tersebut memang belum diputuskan. Akan ada pertemuan antara Allegri dengan Presiden Andrea Agnelli terkait “siapa pelatih Juventus selanjutnya”.


Baca Juga :
- Ronaldo Marah Lehernya Dicekik Suporter yang Minta Selfie
- Buffon Sebut Ronaldo dan Higuain Contoh Terbaik Juventus

Isu posisi pelatih Juventus masih berubah-ubah. Namun, dalam ketidakpastian tersebut ada kemungkinan yang sudah diyakini yaitu terkait kemungkinan Antonio Conte kembali ke Juventus. Awalnya, peluang Conte sangat terbuka namun belakangan justru sangat sulit karena Agnelli kabarnya tidak menyukai rencana mendatangkan Conte kembali. Lima tahun lalu, Agnelli tidak menyukai cara Conte ketika memutuskan pergi meninggalkan Juventus bertepatan dengan sudah dimulainya persiapan latihan menyongsong kompetisi.

Karena itu, nama Conte dalam daftar kandidat pelatih Juventus untuk musim depan tampaknya mulai terdegradasi. Saat ini, kandidat teratas justru pelatih yang pernah menjadi rival Juventus: Maurizio Sarri, yang saat ini melatih Chelsea. Musim ini, Sarri berhasil membawa The Blues memastikan tiket Liga Champions dengan berada di posisi ketiga klasemen akhir Seri A.


Baca Juga :
- Ronaldo Predator Tim-tim Jerman
- Agnelli Tidak Berpaling dari Sarri

Namun, pendukung Chelsea rupanya tidak semua menyukai mantan pelatih Napoli tersebut. Di antara mereka kerap kali memanggil nama Sarri agar pria 60 tahun tersebut dipecat. Sarri sendiri masih berharap mendapatkan kesempatan melatih Chelsea untuk musim kedua. “Saya kira saya akan bertahan di Chelsea tapi semuanya belum pasti. Saya tidak tahu,” kata Sarri, yang pekan lalu imbang tanpa gol lawan Leicester City. “Saya hanya mengatakan bahwa awal musim ini, klub meminta kami untuk meraih tiket Liga Champions dan kami telah meraihnya,” dia menambahkan.

Setelah Sarri, kandidat lainnya adalah Didier Deschamps yang saat ini melatih timnas Prancis. Lalu pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino. Bahkan pelatih Liverpool, Juergen Klopp, dan pelatih lainnya seperti Simone Inzaghi (Lazio) sampai pelatih Bologna, Sinisa Mihajlovic. Terlepas dari isu Sarri, managemen Juventus sebenarnya sangat berharap bisa membawa Josep Guardiola yang baru membawa Manchester City juara Liga Primer 2018/19. Meski demikian, rencana ini tampaknya sangat sulit karena Pep masih memiliki kontrak dengan klub tersebut hingga 2021.*Dari Berbagai Sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA