#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Timnas U-16 Harus Main Bersih
15 May 2019 07:03 WIB
DEPOK - Bima Sakti Tukiman, pelatih tim nasional U-16 mulai mengadopsi apa yang dia dapatkan saat mendampingi tim Garuda Select selama berguru di Birmingham, Inggris. Paling kentara tentunya soal keseriusan dan fokus pemain dalam melahap seluruh materi latihan.

Bima ingin semua pemain ketika sudah memasuki lapangan, hanya fokus pada materi pelatihan yang diberikan pelatih. Serius tapi santai dan tidak banyak bercanda. Juga soal kebersihan diri baik sebelum, saat, dan usai berlatih maupun bertanding.

Berkaca dari aktivitas tim Garuda Select, pemain memang akan mulai ditekankan soal kebersihan dan kedisiplinan dalam diri meskipun belum diwajibkan. Salah satu contohnya, seperti mulai sepatu hingga seragam latihan harus selalu bersih. Jadi dengan semua yang dikenakannya serbabersih, pemain akan mendapat kenyamanan dan kepercayaan diri yang lebih ketika berlatih maupun bertanding.


Baca Juga :
- Perbedaan Kualitas Pemain Inti dan Pelapis Timnas U-19, serta Suporter di Sidoarjo Mengesankan
- Delapan Pemain Dipulangkan dari Timnas Futsal

Namun soal Filosofi dan metode latihan, Bima tampaknya masih berpedoman pada kurikulum sepak bola Filanesia. Hal ini terlihat dari beberapa sesi latihan yang diberikan kepada 41 peserta seleksi di National Youth Training Center (NYTC), Bojongsari, Depok.

Bima menekankan permainan yang proaktif, baik saat menguasai bola maupun ketika melakukan pressing terhadap lawan. Juga bagaimana menjalankan transisi positif dan juga negatif yang cepat dan tepat. “Karena latihannya di bulan puasa jadi intensitasnya disesuaikan. Dari 41 pemain ada 34 yang menjalani puasa,” kata Bima.

Dalam menerapkan Filanesia, seperti dikatakan Direktur Teknik Danurwindo, formasi 4-3-3 skema yang paling mudah dipakai untuk memberikan pemahaman kepada pemain usia muda. Meskipun tak menutup kemungkinan seiring kebutuhan tim dan taktikal, formasi lain bisa digunakan.

Terpenting bagaimana pemain bisa terlebih dahulu memahami betul bagaimana cara bermain yang baik saat bertahan, menyerang, dan transisi. “Pedoman kami tim pelatih tentunya Filanesia. Dua tahun setelah diperkenalkan, metode ini semakin efektif dan bisa membantu pengembangan sepak bola usia muda,” kata asisten pelatih timnas U-16 Indriyanto Nugroho.


Baca Juga :
- Timnas U-16 Perlu Tingkatkan Problem Solving
- KLB PSSI 27 Juli di Ancol

Selama kurun waktu lima bulan menjalani program di Inggris, tim pelatih Garuda Select, Des Walker dan Dennis Wise lebih sering menggunakan formasi 3-5-2. Baru ketika Fakhri Husaini memantau dan mendapat kesempatan memimpin tim secara langsung beberapa waktu lalu, ia mengembalikan ke skema baku 4-3-3.

Meski tetap gagal meraih hasil positif sat beruji coba melawan Leicester City, (2-4) paling tidak, pemain tidak kehilangan sentuhan terbaiknya saat kembali bermain dengan formasi dasar 4-3-3. Formasi dengan tiga bek sejajar juga pernah digunakan pelatih timnas senior Simon McMenemy dalam beberapa laga uji coba, meski akhirnya ia kembali ke formasi 4-3-3.*Furqon Al Fauzi

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA