#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Swasti Aswagati : Saya Pilih ke Stadion lalu Belanja Online
15 Mei 2019 10:09 WIB
SEMARANG – Manajemen PSIS memiliki sosok wanita cerdas dan tangguh. Perannya dalam tim PSIS sudah cukup lama berjalan. Ialah Swasti Aswagati atau yang akrab disapa Asti. Dia merupakan Direktur Keuangan di tim Mahesa Jenar, yang tak lain istri dari CEO PSIS Yoyok Sukawi. Berikut wawancara TopSkor:

Selain karena faktor suami (Yoyok Sukawi), apa yang membuat Anda mau berkecimpung di sepak bola ?
Kalau saya sebenarnya melihat PSIS adalah tim sepak bola yang mewakili Semarang dan juga sebagai wakil Jawa Tengah di Liga 1. Sepak bola ini sebenarnya lebih ribet dibanding mengurus olahraga lain. Namun, semua dapat saya lewati karena kecintaan saya pada PSIS dan juga karena terbiasa sejak lama membantu suami. 
 
Suka dukanya?
Sukanya, kalau tim kami yang disiapkan hasinya sesuai dengan harapan. Dukanya, kalau kami sudah keluar biaya banyak, tapi tim terjerembab di posisi yang tidak bagus. Ini menyedihkan. Selain itu, juga kalau ada suporter yang bukan memberikan kritik membangun, tapi justru mencaci. Tapi kondisi ini harus dihadapi juga karena itu adalah bukti cinta mereka pada PSIS.

Sejak kapan jadi pengurus PSIS?
Kalau saya secara resmi mengurus PSIS yakni awal 2013. Waktu itu tim ada di Liga 2.


Baca Juga :
- Wahyu Suboseto Ajak sang Kakak Fandi Eko Juara Bersama di Bhayangkara
- Emil Audero Mulyadi: Saya Siap Menulis Sejarah Baru dalam Sejarah Sampdoria

Momen bahagia paling dikenang?
Momen bahagia dulu awal tahun 2006, di mana PSIS hampir jadi juara. Namun akhirnya harus puas di posisi runner-up, kalah dari Persik Kediri. Selain itu tentunya adalah musim 2017, di mana PSIS mampu finish di peringkat ketiga Liga 2, sekaligus memastikan tiket promosi ke Liga 1. Ini hal yang sangat dramatis. Ibaratnya waktu itu PSIS tampil hingga titik darah penghabisan.

Pengalaman paling menjengkelkan?
Sebenarnya saya tidak suka mengingat-ingat hal yang menjengkelkan. Biasanya kegagalan saya posisikan sebagai proses.

Punya pemain lokal favorit?
Saya dan anak-anak punya pilihan hampir sama. Hari Nur Yulianto yang jadi favorit kami. Mungkin karena sudah kenal lama, sejak kami di Liga 2 dia sudah ikut. Namun, untuk perlakuan ke pemain, saya rasa semua kami perlakukan sama.

Tahun ini akan ada Liga 1 wanita…
Ini adalah kabar yang bagus. Namun baiknya semua dimulai dari atlet muda. Harapan saya kami bisa juga memulai penggodokan akademi wanita tiap-tiap klub profesional dulu sepert halnya di sepak bola pria. Jadi tidak instan. Akan ada banyak manfaatnya khususnya untuk dapat membidik prestasi di level internasional.

Olahraga yang rutin dilakukan?
Saya dulu hobi tenis. Sekarang bergeser ke joging yang saya lakukan tiga kali dalam seminggu. Tidak jauh-jauh, cukup 3-6 kilometer saja, untuk satu sesi seusai mengantarkan anak berangkat ke sekolah.

Mana lebih menarik, pergi ke stadion atau ke mal?
Ini pilihan sulit (tertawa). Tapi pasti saya sangat pilih ke stadion, karena tetap bisa belanja online (tertawa lagi).

Destinasi sangat ingin dikunjungi?
Kepulauan Derawan yang dikenal sebagai Maladewanya Indonesia. Semoga tahun ini ada kesempatan berkunjung ke sana.  


Baca Juga :
- Alessandro Del Piero : Tidak Tepat Juve Menutup Siklus dengan Allegri
- Domenico Berardi: Jika Mendapat Tawaran Tepat, Saya akan Minta Sassuolo Mengambilnya

Impian bersama PSIS apa yang belum terwujud?
Tentunya ingin membawa PSIS menjadi juara. Tapi kami realistis dulu. Kami juga masih jadi musafir, karena masih berlaga di Magelang bukan di Semarang. Jangka panjangnya, PSIS semoga dapat eksis di papan atas saat sudah kembali di Stadion Jatidiri.* Sri Nugroho
 


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA