#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
De Rossi Tidak Mau Berhenti
15 May 2019 04:27 WIB
DANIELE De Rossi memilih untuk hidup dalam kenyataan ketimbang menjadi simbol di AS Roma. De Rossi masih memiliki kekuatan untuk bermain lebih dari 30 kali dalam satu musim. Gelandang dan kapten Roma ini pun masih memiliki ambisi untuk membuat namanya dikenal. Tidak hanya sekadar ikon. “De Rossi simbol Roma”, “De Rossi penerus Francesco Totti”, atau “De Rossi yang setia”.

Semua itu tidak penting bagi De Rossi. Bagi pemain 35 tahun ini, Roma memang tetap ada di hatinya. Namun, di hatinya pula dia tidak dapat mengelak bahwa dirinya masih ingin bermain sepak bola setiap pekannya. Bukan sebagai pemain cadangan yang hanya duduk ketika rekan setimnya berjuang di lapangan. Dan, bukan sebagai ikon yang seperti benda mati. 

Ya, karena itu, De Rossi harus memilih antara Roma atau Sepak Bola. Dan, akhirnya, dia memilih meninggalkan Trigoria dan bukan sepak bola. De Rossi memang tidak akan pensiun dari sepak bola. Pada usia 35 tahun, De Rossi berniat memulai petualangan baru jauh dari Roma. De Rossi pemain yang sarat pengalaman. Dan, De Rossi sosok yang berani menentang pelatih bahkan pelatih timnas Italia. De Rossi yang memperlihatkan bahwa Italia harusnya tidak di bawah kepelatihan Gian Piero Ventura pada 2017 lalu.


Baca Juga :
- Pemain Sayap PSV Ini Calon Pengganti El Shaarawy di Roma
- Secondary Player

Momen saat De Rossi menolak turun sebagai cadangan dalam laga lawan Swedia pada 2017 lalu. Ketika itu, Italia dalam posisi yang memang terancam tidak dapat tampil dalam Piala Dunia 2018. Ventura melalui asitennya meminta De Rossi yang duduk di bangku cadangan untuk tampil. Ketika itu, Italia sudah tertinggal 0-1. Namun, De Rossi sempat menolak dan memberikan argumen “Mengapa saya yang diturunkan? Kami tidak butuh hasil imbang di sini, kami butuh kemenangan,” kata De Rossi ketika itu, sambil menunjuk Lorenzo Insigne, agar penyerang ini yang diturunkan pelatih.

Roma kini akan kehilangan salah satu bintang seniornya. De Rossi sudah menjadi jatung Roma. Selalu mewakili pendukung tim Roma di lapangan,  berusaha menjadi salah satu pemain lapangan tengah terbaik di Eropa,. Dia memulai debutnya pada 2001 dan ketika itu langsung disebut-sebut sebagai salah satu penerus Totti. Meski hampir berusia 36 tahun, dia siap bermain jauh dari Roma. Tentu saja, Roma akan selalu memiliki tempat untuk pemain seperti De Rossi.


Baca Juga :
- Isu Sarri dan Conte
- Sikap Bale

De Rossi pada awal penampilannya disebut sebagai pemain muda menjanjikan setelah membantu Roma finis sebagai runner-up Seri A 2003/04 dan dua Piala Italia berturut-turut pada 2005 dan 2006. Kematangan dan keuletannya di lapangan membuat ia dipercaya sebagai kapten untuk pertama kalinya di laga Piala UEFA melawan Middlesbrough. Sebagai pemain timnas, tentu momen terbaik ketika dia ikut membawa tim ini juara Piala Dunia 2006. Ia menjadi salah satu eksekutor penalti Italia dalam drama adu penalti melawan Prancis.

Luciano Spaletti (kini pelatih FC Internazionale) salah satu pelatih terbaik dalam perjalanan karier De Rossi. Spalletti sosok sentral yang meningkatkan kualitas De Rossi dan menjaganya dalam performa terbaik. Andai Spalletti tak datang lebih awal, mungkin De Rossi takkan dipercaya memperkuat timnas Italia di Piala Eropa 2016.*Dari Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA