#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Emil Audero Mulyadi: Saya Siap Menulis Sejarah Baru dalam Sejarah Sampdoria
16 Mei 2019 07:39 WIB
GENOA – Cuaca sepanjang Mei sedikit tak menentu, sama seperti kondisi UC Sampdoria. Kiper I Blucerchiati Emil Audero Mulyadi memandang laut dari jendela sebuah bar.

“Cuaca di sini sangat ideal bagi saya. Awal tahun sangat dingin, hujan baru turun sekarang. Laut melambangkan kebebasan dan saya sangat menyukainya. Ketika pergi ke Thailand untuk liburan, musim panas lalu, saya selalu pergi ke bar di tepi pantai dan menikmati alam,” ujarnya. 
Berikut wawancara La Gazzetta dello Sport dengan penjaga gawang keturunan Italia-Indonesia itu.

Apa hobi Anda?
Belajar bahasa. Saya lumayan fasih dengan bahasa Inggris tapi saya ingin mengasahnya lebih baik, berbicara dengan rekan-rekan, mungkin suatu hari nanti saya akan belajar bahasa Spanyol atau bahasa asing lain. Supaya bisa bebas berkeliling dunia dan mengenal banyak orang tanpa perantara.


Baca Juga :
- Wahyu Suboseto Ajak sang Kakak Fandi Eko Juara Bersama di Bhayangkara
- Alessandro Del Piero : Tidak Tepat Juve Menutup Siklus dengan Allegri

Restoran favorit Anda?
Masakan nenek saya Maria. Tradisional Piemonte seratus persen. Pada saat Natal, saya sibuk dengan tim jadi saya tidak menghadiri acara makan siang, acara yang paling saya nantikan... Saya juga suka mencicipi restoran baru dan berbagai hidangan dari seluruh penjuru Italia, mengenal tradisi dan tempat baru.

Prestasi Anda di musim ini?
Cukup positif. Ada beberapa kesalahan, mungkin tidak begitu besar tapi belakangan ini kita melihat beberapa kiper hebat melakukan kesalahan besar, seperti David De Gea di Liga Champions. Lebih tinggi target maka kesalahan harus semakin berkurang. Sayangnya ada babak kedua pertandingan di Bologna: ketika seorang pemain melakukan kesalahan, jika tim bermain bagus maka tidak begitu terlihat. Sebaliknya, kesalahan semakin jelas jika tim tidak bermain bagus. Saya telah meningkatkan level, berusaha mencapai yang maksimal, sama seperti seluruh tim. Beberapa pertandingan 'salah' tidak membuat kami berada di tempat yang pantas. Belakangan ini kami tampak lebih rapuh, sekarang kami perlu memikirkan tujuan baru. Sebagai contohnya Fabio Quagliarella bisa menjadi bomber.

Sampdoria menebus Anda dari Juve: masa depan Audero berada disini.
Saya senang klub mengandalkan saya. Saya yakin kita bisa mengharapkan sesuatu yang lebih baik musim depan. Saya ingin menjadi tumpuan tim ini dan memikirkannya saja membuat saya sangat bangga. Sampdoria memiliki masa lalu yang mengesankan, saya siap menulis lembaran baru dalam sejarah klub ini.


Baca Juga :
- Swasti Aswagati : Saya Pilih ke Stadion lalu Belanja Online
- Domenico Berardi: Jika Mendapat Tawaran Tepat, Saya akan Minta Sassuolo Mengambilnya

Bagaimana Marco Giampaolo?
Seorang pelatih yang berbicara jelas.  Saya berusaha mengikuti arahannya. Dalam tiga tahun terakhir, tim ini terus berkembang tapi permainan rancangan pelatih tetap efektif. Jika harus selalu memulai semuanya dari nol maka semuanya menjadi semakin sulit.

Ketika musim berakhir, Anda harus memainkan Piala Eropa Under 21.
Di Coverciano, saya menyadari adanya keserasian antara Luigi Di Biagio dan Roberto Mancini, mereka sudah kenal lama, begitu juga Paolo Nicolato, pelatih timnas U-20. Italia memiliki banyak pemain muda menarik. Jika bermain bagus dengan U-21, maka saya mungkin dipanggil oleh Gli Azzurri. Bagi kami akan sangat penting bermain bagus tapi grup ini sangat kuat. Main di kandang akan memberikan kami lebih banyak tekanan, kemudian di laga pertama kami harus melawan Spanyol... Untungnya kami tahu dengan pemain seperti Federico Chiesa dan Moise Kean antuasiasme disekitar kami akan meningkat.*Dari Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA