#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Nasib Gattuso
16 Mei 2019 12:03 WIB
MILAN – Kompetisi segera berakhir, AC Milan siap menyusun rencana buat musim depan. Pergerakan mereka nanti akan ditentukan dua faktor, yakni posisi akhir di klasemen Seri A dan kesepakatan Financial Fair Play (FFP) dengan UEFA. Di antara hal tersebut, juga ada sosok Gennaro Gattuso.

Penurunan performa Milan sepanjang Maret-April telah mengancam posisi Rino di kursi kepelatihan. Banyak yang memprediksi pria 40 tahun itu bakal didepak pada akhir musim. Namun, petinggi klub sebenarnya belum mengambil keputusan. Mereka ingin melihat perjuangan I Rossoneri sampai laga pamungkas liga domestik: jika berhasil finis di zona Liga Champions, ada peluang Gattuso dipertahankan.

Semua itu tergantung upaya Gattuso dalam dua duel penentu versus Frosinone Calcio dan SPAL 2013. Bagaimanapun, lolos ke Liga Champions atau Liga Europa jelas akan memberi efek berbeda, dari sisi prestise maupun ekonomi. Inilah mengapa klub bersedia memberi kesempatan buat sang pelatih jika berhasil memenuhi target finis empat besar.


Baca Juga :
- Inter Kejar Liga Champions, Napoli Menghadang
- Pertemuan Petinggi Temui Jalan Buntu, Mau ke Mana Juventus Melangkah Masih Misterius

Peran Ivan Gazidis yang kian besar dalam aspek olahraga Milan juga bisa membantu Gattuso. Chief Executive Officer (CEO) anyar itu punya hubungan baik dengan Rino, dan memiliki otoritas buat menentukan pelatih musim depan. Takkan mengejutkan bila Gattuso tetap dipercaya sebaga i juru taktik, meskipun gagal melewati Atalanta BC di zona Liga Champions.

Masalahnya sekarang adalah kesediaan Gattuso. Dia khawatir akan kembali jadi kambing hitam bila I Rossoneri mengalami kesulitan musim depan. Belum lagi potensi hambatan di mercato karena klub masih terjerat aturan FFP. Padahal, agar bisa membangun skuat yang lebih kompetitif, Milan perlu berinvestasi di bursa transfer. Jadi, giliran Gazidis bekerja meyakinkan sang pelatih.

Bila tidak ada kesepakatan, Milan bakal mencari allenatore baru. Beberapa waktu ini, sejumlah nama sudah mengemuka sebagai kandidat kuat. Eusebio Di Francesco adalah pilihan utama, sesuai dengan kriteria yang diinginkan para pemimpin klub. Kemudian juga ada alternatif menjanjikan seperti Simone Inzaghi (SS Lazio) dan Marco Giampaolo (UC Sampdoria).

Rombak Lini Tengah
Apapun keputusan Gazidis soal pelatih, perubahan tetap akan terjadi di skuat Milan. Dalam hal ini, tanggung jawab dipegang Leonardo Araujo dan Paolo Maldini. Pasangan direktur tersebut berniat melakukan transformasi besar-besaran, terutama di lini tengah. Sejumlah gelandang bakal dilepas, pengganti yang lebih kuat didatangkan.


Baca Juga :
- Karakter Pemain Juara, SMS Jadi Inspirator Lazio Meraih Gelar Piala Italia
- Presiden Agnelli dan Allegri Bertemu, Apa Hasilnya?

Riccardo Montolivo, Andera Bertolacci, dan Jose Mauri hampir dipastikan mengepak koper pada musim panas. Trio itu tidak dapat tempat dalam tim Gattuso, juga mungkin pelatih baru. Kemudian ada beberapa pemain yang harus dievaluasi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan: Tiemoue Bakakoyo punya kemampuan tapi sikap mengecewakan, Lucas Biglia menurun seiring usia, sementara Franck Kessie bisa mendatangkan keuntungan dari mercato.

Due pemain yang bisa dibilang aman adalah Lucas Paqueta dan Giacomo Bonaventura. Oleh karena itu, Milan perlu mendatangkan beberapa gelandang anyar untuk melengkapi tim. Dari US Sassuolo, pasangan Stefano Sensi dan Alfred Duncan didekati, sementara mimpi membajak Sergej Miinkovic-Savic dari Lazio juga belum dilupakan. Leo dan Paolo juga memantau perkembangan situasi Amadou Diawara (SSC Napoli), Nicolo Barella (Cagliari Calcio), dan Lorenzo Pellegrini (AS Roma).*Dari Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA