#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Membidik Jovic
16 May 2019 12:06 WIB
FRANKFURT - Striker Eintracht Frankfurt Luka Jovic jadi salah satu pemain yang paling diminati di bursa transfer musim panas nanti. Pemain 21 tahun asal Serbia ini diburu oleh sejumlah klub top Eropa termasuk dua raksasa Liga Primer, Chelsea FC dan Manchester United FC (MU).
 
Melonjaknya popularitas Jovic tidak terlepas dari aksi impresifnya bersama Frankfurt sepanjang musim ini. Berkat kontribusi mantan pemain SL Benfica itu, Die Adler mampu bersaing di papan atas klasemen Bundesliga dan menembus semifinal Liga Europa. Ini pencapaian tertinggi klub Jerman itu di Eropa sejak 1979/80 saat mereka juara di Piala UEFA. 

Jovic membukukan 17 gol dalam 31 laga di Bundesliga musim ini. Ketajamannya hanya kalah dari striker FC Bayern Muenchen, Robert Lewandowski, dengan 22 gol dan striker Borussia Dortmund, Paco Alcacer, dengan 18 gol. Dia mencetak satu gol dari setiap 4,4 tembakan yang dilepaskannya dengan hampir tiga perempat peluang yang dia dapatkan selalu berhasil dikonversi jadi gol. 

Lima dari 17 gol Jovic di Bundesliga dicetak melalui serangan balik. Statistik ini tidak terlalu mengejutkan karena dia bisa berlari dengan kecepatan maksimal 33,8 km/jam. Ini setara dengan kecepatan bintang Juventus FC, Cristiano Ronaldo. 
Jovic juga sangat sulit dikawal lantaran mobilitasnya yang sangat tinggi. Ia menempuh jarak rata-rata 9,8 km per laga termasuk melakukan 21 sprint. 


Baca Juga :
- The Haters
- Target Banyak Klub

Seperti Ronaldo, Jovic juga seorang penyerang yang sangat komplet. Ini bisa dilihat dari cara dia mencetak gol-golnya. Dari 17 golnya di Bundesliga musim ini, delapan dibuat dengan tendangan kaki kiri, enam dengan kaki kanan, dan tiga dengan kepala.

“Dia finisher terbaik yang pernah jadi teman bermain saya,” kata Alexander Meier yang sempat berduet di lini depan Frankfurt musim lalu sebelum hijrah ke klub Bundesliga 2, FC St Pauli, pada 2018. “Tak seorang pun di tim kami yang mengenal Jovic saat dia baru tiba. Tapi, saat latihan Anda langsung tahu dia luar biasa di depan gawang.”

Produktivitas Jovic juga berlaku di Liga Europa dengan membukukan 10 gol dalam 14 laga. Catatan ini membuatnya memuncaki daftar top scorer sementara bersama striker Chelsea, Olivier Giroud. Pemain kelahiran Bosnia & Herzegovina ini bahkan selalu mencetak gol dalam kedua leg semifinal lawan Chelsea sebelum Frankfurt akhirnya tersingkir lewat adu penalti. 
Performa itu pula yang membuat Chelsea semakin intens memburu Jovic. The Blues memang akan sangat membutuhkan mesin gol berkualitas tinggi musim depan karena Eden Hazard hampir pasti hengkang, Gonzalo Higuain gagal memenuhi ekspektasi, dan Olivier Giroud tidak terlalu diandalkan. 

Peluang Chelsea mendapatkan Jovic sangat besar karena memberikan kesempatan kepada sang pemain untuk mewujudkan ambisi berlaga di Liga Champions. Maklum, The Blues yang absen di kompetisi itu musim ini dipastikan kembali beraksi musim depan setelah finis di peringkat ketiga klasemen Liga Primer musim ini.

Faktor ini pula yang membuat MU boleh dibilang tidak lagi punya peluang menggaet Jovic. Pasalnya, Setan Merah hanya finis di peringkat keenam klasemen Liga Primer sehingga hanya akan berlaga di Liga Europa musim depan dan harus lebih dulu berjuang di babak kualifikasi II.

Tapi, Chelsea masih harus menunggu keputusan dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) soal sanksi transfer dari FIFA. Sanksi yang dijatuhkan Januari lalu itu membuat The Blues tak bisa merekrut pemain dalam dua jendela transfer berikutnya. Setelah banding mereka ditolak FIFA, Chelsea membawa kasus itu ke CAS. 

Jika CAS memutuskan untuk mencabut atau menunda sanksi tersebut, The Blues akan bisa melakukan pembelian Jovic di bursa musim panas nanti. Tapi, harga pemain ini tidak murah karena Frankfurt membanderolnya 60,5 juta paun atau Rp1,1 triliun. Angka ini jauh di atas nilai 7 juta euro (Rp113,3 miliar) yang dibayarkan Die Adler kepada Benfica saat mempermanenkan kontrak Jovic 17 April lalu. 


Baca Juga :
- Ditakuti!
- Kutukan Barradas

Dengan keuntungan sebesar itu, Frankfurt pasti tidak akan keberatan melepas Jovic meski mereka harus kehilangan mesin gol utama. Tapi, sang pemain sendiri tidak berniat pergi jika Die Adler berhasil lolos ke Liga Champions musim depan. Saat ini tim asuhan Adi Huetter itu hanya terpaut satu poin dari posisi empat besar Bundesliga dengan hanya satu laga tersisa.*Rijal Alfurqon 


 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA