#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Mauricio Pochettino: Lagu Milik Adele Menyelamatkan Pochettino
16 May 2019 13:24 WIB
BUKAN ancaman demo para fan terkait pemecatan pelatih Nigel Adkins yang membuat cemas Mauricio Pochettino saat menerima tawaran pemilik Southampton FC saat itu, Nicola Cortese, pada Januari 2013. Enam tahun lalu, justru kemampuannya berbahasa yang menghantui benak pria asal Argentina itu ketika pertama kali tiba di Inggris.
 
“Waktu tersulit dalam hidup saya adalah ketika kami pindah dari Spanyol ke Inggris,” Pochettino mengenang masa itu dalam wawancaranya dengan JOE di Hotspur Way, kompleks latihan mengesankan milik Tottenham Hotspur. “Saya sudah merantau sejak usia 14 tahun dan itu sangat sulit. Tapi tak ada yang lebih sulit saat saya tiba di sini.”
 
Pochettino meninggalkan kampung halamannya sejauh 160 kilometer menuju Rosaria untuk merintis karier sebagai pemain profesional. Mulai dari Newell’s Old Boys, ia kemudian hijrah ke Spanyol, Prancis, dan kemudian berakhir sebagai pelatih di Inggris. Dari Southampton hingga sekarang Tottenham.  
 
“Penyesuaian adalah bagian tersulit. Saya ingat malam pertama di Southampton, saya tidak bisa tidur karena hari berikutnya akan jadi sesi latihan pertama. Masalahnya, saya tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun dalam bahasa Inggris, sementara saya harus bicara di depan sekitar 50 orang, termasuk Nicola,” kenang Pochettino sambil tertawa.
 
Pada saat itu, Pochettino hanya belajar bahasa Inggris secara otodidak yang diatur oleh istrinya, Karina Grippaldi. “Dia mencari guru privat untuk saya dan sesi pertama, sekitar dua jam, sangat membosankan dan tutor berkata: ‘Oke, kita akan coba sesuatu yang berbeda. Mari belajar dengan sebuah lagu,’” kata Pochettino meniru gurunya itu.
 
Pelatih 47 tahun itu melanjutkan, “Dia memilih lagu Skyfall dari Adele, yang sangat rumit tentunya jika Anda tidak tahu sepatah kata pun dalam bahasa Inggris. Tapi sekarang setiap kali mendengar Skyfall, saya selalu teringat momen itu dan tersenyum. Satu yang pasti, lagu itu menyelamatkan saya.”
 
Pochettino awalnya berencana menghabiskan lima bulan kursus bahasa Inggris setelah meninggalkan RCD Espanyol, klub pertama yang dilatihnya, pada November 2012, sambil menikmati masa rehat bersama Yesus Perez, asistennya. Tapi telepon dari Cortese menuntun Pochettino ke Stadion St Mary’s, lalu ke London Utara pada 2014.
 
Ketika pertama kali bertemu Cortese pun Perez yang menerjemahkan setiap kata yang diucapkan Pochettino untuk menerangkan prinsip-prinsip sepak bolanya. Pada akhir pertemuan selama tiga jam yang berlangsung di sebuah hotel di London itu, sang calon bos tak perlu Bahasa Inggris sempurna untuk memercayai instingnya soal Pochettino.
 
“Ketika saya di hadapan orang-orang, semuanya berubah,” kata Pochettino. “Sulit untuk dijelaskan, tapi saya menatap mata orang-orang dan menjadi mudah terhubung dengan mereka. Terkadang, tak perlu bicara agar orang lain dapat memercayai Anda. Itu ada pada bahasa tubuh Anda.”*Nurul Ika Hidayati
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA