#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Eleman Penting! Komunikasi Pemain Seleksi Timnas U-16 Mulai Mencair
16 May 2019 09:30 WIB
JAKARTA – Jajaran pelatih tim nasional Indonesia U-16 semringah. Bagaimana tidak, baru tiga hari menjalani pemusatan latihan, para pemain seleksi mulai memperlihatkan kemampuan terbaik. Mereka kini tidak lagi canggung untuk mengeluarkan potensi yang dimiliki.

Komunikasi antara satu dan yang lainnya pun semakin mencair. Dengan begitu, sejumlah metode latihan yang diberikan jajaran pelatih dipahami dan mampu dipraktikkan dengan baik. Pelatih kepala Bima Sakti pun optimistis, dari jumlah 41 pemain yang diseleksi, nantinya ia akan memiliki kerangka tim yang tangguh.

Selama kurang lebih dua pekan dari 13-26 Mei, para pemain akan dipantau terus secara seksama. Dari kecakapan bermain, intelegensi, hingga attitude (perilaku) baik di dalam maupun di luar lapangan.


Baca Juga :
- Timnas Putri Akui Kalah Kelas di AFF
- Hadapi Montenegro, Timnas Indonesia U-15 Siapkan Variasi Serangan

"Dari dua hari pertama seleksi, saya yakin akan mendapatkan pemain-pemain terbaik untuk menjadi kerangka tim," kata Bima, kemarin. Hal ini diamini oleh asisten pelatih Firmansyah. Dikatakannya, meski tengah berpuasa, pemain tidak menunjukkan kelelahan fisik saat melahap sejumlah materi latihan yang diberikan.

"Kami terus memantapkan porsi latihan dari hari ke hari. Saya melihat ada progres yang terus membaik. Anak-anak beradaptasi dengan menu latihan dengan sangat positif," ucap Firmansyah. Melihat potensi para pemain seleksi kali ini, Indriyanto Nugroho melihat generasi timnas U-16 yang baru ini diharapkan bisa lebih baik daripada sebelumnya.

Acuannya, karena pemain seleksi ini dijaring dari kompetisi yang sedang berjalan, yakni EPA Liga 1 U-16. Artinya, secara kualitas individu dan permainan tim, mereka sudah terpantau dari beberapa pertandingan.

"Karakter dari para pemain saat ini bervariatif. Ada yang unggul dalam kecepatan, skill individu bagus, dan teknik bermain secara tim yang baik karena di klubnya sudah terbiasa diajarkan metode Filanesia," kata Indriyanto.

Banyak Ilmu
Sementara itu, tim Garuda Select kembali ke Tanah Air setelah menjalani "pertapaan" selama kurang lebih lima bulan di Birmingham, Inggris. Andre Oktaviansyah dan kawan-kawan tiba di bandara Internasional Soekarno Hatta, Rabu (15/5) sekitar pukul 16.30 WIB. 

Banyak ilmu yang mereka petik selama menjalani beragam program bersama duet pelatih Des Walker dan Denis Wise. Dari pengalaman bertanding melawan akademi-akademi klub profesional Liga Inggris, hingga merasakan metode berlatih yang biasa diterapkan tim Negeri Tiga Singa. Selanjutnya, para pemain yang telah memiliki klub akan kembali ke klub masing-masing.


Baca Juga :
- Hadapi Myanmar, ​​​​​​​Timnas Putri Indonesia Sudah Terbiasa Panas
- Derbi Melayu, Timnas Indonesia U-18 vs Malaysia

Nantinya mereka akan berkompetisi pada Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-18 2019. Bisa juga didaftarkan untuk tim utama Liga 1 seperti yang dilakukan Persebaya Surabaya kepada pemainnya Mochamad Supriyadi. Pemain sayap itu mengaku selama lima bulan berguru, kemampuan olah bolanya semakin terasah.

"Tentu pengalaman yang sangat berharga bisa dilatih oleh mantan pemain timnas Inggris, berlatih di tempat latihan berkualitas, dan uji coba lawan akademi elite di sana," kata Supriyadi. "Di sana juga kami bisa memperkaya cara bermain. Pelatih sangat melarang kami bermain dengan bola-bola long," ia menambahkan*Furqon Al Fauzi
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA