#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kericuhan Gambaran Opening Liga 1 2019
16 Mei 2019 00:38 WIB
SLEMAN - Suasana ricuh, saling olok, lemparan botol, hingga lemparan ubin keramik menjadi gambaran dalam pembukaan Liga 1 2019. Situasi itu terjadi sejak 15 menit sebelum laga perdana antara PSS Sleman melawan Arema FC digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (15/5) malam.

Kondisi sempat mereda dan pertandingan tetap dapat dilangsungkan. Di menit awal PSS unggul melalui gol kilat Brian Federico Ferreira. Namun keunggulan itu dapat dibalas dipertengahan babak pertama oleh Sylvano Dominique Comvalius.
Namun, gol Comvalius di menit ke-29 itu kembali memicu keributan. Kericuhan ini bermula ditengarai dari saling ejek dari tribune Barat yang mayoritas diisi oleh Bragita Curva Sud (BCS) dengan Aremania yang berada di tribune Selatan. 

Dampaknya Slemania yang berada di tribune Timur yang mayoritas diisi ibu-ibu, anak-anak, dan bapak-bapak harus menerima lemparan botol dan keramik. Alhasil, para pendukung harus menepi mencari perlindungan hingga bangku VIP.


Baca Juga :
- Mantan Striker Celtic Ini Bikin Pelatih Persebaya Pusing Tujuh Keliling
- Jelang hadapi PSM, Perseru Badak Lampung Perkuat Sektor Ini

Pihak keamanan yang sudah berusaha melerai tidak tergubris, dan kejadian keributan suporter itu justru semakin meluas. Kini terjadi di tribune seberang antara BCS dengan Aremania. Bahkan, dua kali ledakan petasan terdengar jelas di lokasi. 
Kurang lebih 10 penonton mengalami luka-luka. Tak hanya penonton, pihak kepolisian, pers, dan bahkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha juga turut menjadi korban dari kejadian itu.


Baca Juga :
- Penyerang Bali United Melvin Platje Diragukan Tampil melawan Persija, Kenapa?
- 11 Terbaik Liga 1 2019 Pekan Pertama

Ratu Tisha langsung di bawa ke ruang perawatan. Tak banyak yang dilontarkan Tisha, ia hanya memegangi lengannya yang sempat terkena lemparan pecahan keramik. “Enggak apa-apa mas. Aman,” ujar Tisha.

Selepas laga terhenti, pihak pengawas pertandingan, kepolisian, dan panitia pelaksana menggelar pertemuan. Dan, setelah dihentikan selama 20 menit pertandingan akhirnya dapat dilanjutkan. Laga berakhir dengan kemenangan PSS 3-1 atas Arema FC.
“Kami menyayangkan kejadian kerusuhan itu. Pihak keamanan sudah mengantisipasinya. Saya pikir ini pelajaran untuk semua suporter agar bersikap dewasa dan jangan sampai terulang kembali ke depannya,” ucap pelatih PSS Seto Nurdiyantoro.* Nizar Galang Gandhimar

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA