#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kesulitan Keuangan, Tapi PSSI Minta Asprov Ajukan Proposal Liga 3
16 May 2019 05:02 WIB
JAKARTA - Pengamat sepak bola nasional, Budiarto Sambazy, berpendapat tidak sepatutnya PSSI menebar janji ke Asprov untuk membiayai program. Itu karena PSSI sedang krisis anggaran, sehingga dikhawatirkan itu hanya janji omong kosong.

“Itu sekadar gula-gula untuk meninabobokan asprov. Kira-kira begitu,” ujar Bung Baz, sapaan akrab Budiarto Sambazy, baru-baru ini.

Ia diminta komentar soal surat PSSI kepada Asprov PSSI se-Indonesia yang ditandatangani Sekjen PSSI Ratu Tisha. Melalui surat bernomor 1553/PGD/284/V-2019 tertanggal 9 Mei 2019 dengan perihal “Batas Akhir Pengembalian Proposal Kompetisi Liga 3”.


Baca Juga :
- PSSI Matangkan Persiapan KLB pada 27 Juli 2019
- FFA Buka Diskusi dengan PSSI untuk Tuan Rumah Bersama Indonesia-Australia

Lewat surat itu PSSI meminta setiap Asprov mengirimkan proposal penyelenggaraan Kompetisi Liga 3 2019 di wilayah masing-masing, sehubungan akan diselenggarakannya Kompetisi Liga 3 2019, paling lambat 30 Mei 2019.

Dikabarkan, kegiatan kompetisi tersebut akan dibiayai PSSI. Asprov adalah kepanjangan tangan PSSI di provinsi-provinsi.

Menurutnya sudah bukan rahasia lagi bahwa saat ini PSSI dalam kondisi krisis keuangan, sehingga untuk sekadar membiayai Kongres Luar Biasa (KLB), PSSI mengaku tidak mampu  “Maka lebih baik PSSI jangan menjanjikan apa pun kepada Asprov,” tegasnya.

Di sisi lain, PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang ditunjuk PSSI untuk menggelar kompetisi Sophee Liga 1 2019 masih punya banyak tunggakan utang untuk musim kompetisi 2017 dan 2018. Utang itu terdiri dari dana rating dan rangking Liga 1 2017 sekitar Rp 4 miliar, serta subsidi Elite Pro Academy kepada 18 klub Liga 1 2018 sekitar Rp 35 miliar. Banyak pula wasit yang belum dibayarkan haknya, seperti wasit-wasit yang memimpin pertandingan di Piala Indonesia 2019.

“Jadi, lebih baik dana yang tidak banyak itu dipakai untuk membayar utang-utang dulu kepada klub-klub,” katanya.


Baca Juga :
- PSSI Kerja Sama dengan Clear untuk Wujudkan Mimpi Indonesia Lolos Piala Dunia
- Ini Komitmen Komjen Iriawan Bila Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI

Ia menilai janji-janji yang ditebarkan PSSI itu terkait dengan KLB yang direncanakan digelar pada 13 Juli 2019 dan 25 Januari 2020. KLB pada 13 Juli 2019 untuk membentuk Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Sedangkan KLB pada 25 Januari 2020 untuk memilih Komite Eksekutif PSSI, termasuk Ketua Umum PSSI.

“Menurut saya ada kaitannya dengan usaha PSSI memperoleh dukungan dari Asprov-Asprov dalam rangka agenda KLB,” ujarnya.*

BERITA TERKAIT

Penulis
news
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA