#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Adrian Mariappa : Bermimpi ke Final sejak Menjadi Ball Boy
17 Mei 2019 13:03 WIB
ADRIAN Mariappa merindukan tradisi sepak bola yang hilang ketika para pemain muda membersihkan sepatu skuat utama sebelum merapikan gym. Di usianya yang sudah 32 tahun, bek Watford FC itu senang merangkul ide-ide baru, bahkan jika tak semua orang suka. Atau, dalam kasusnya sebagai vegetarian.
 
Tapi, Mariappa termasuk pemain yang cocok dengan klub finalis Piala FA 2018/19 ini. Lahir dua tahun setelah Graham Taylor memimpin Watford ke final kompetisi itu pada 1984 melawan Everton FC, bek kelahiran London tersebut tak sabar menantikan duel melawan Manchester City FC di Stadion Wembley, Sabtu (18/5) ini.
 
Meski akan menghadapi penyerang top seperti Sergio Aguero dan Raheem Sterling, Mariappa tak kehilangan antusiasmenya. “Ini kesempatan yang hanya bisa Anda mimpikan. Saya datang ke klub ini pada usia sembilan tahun dan telah merasakan naik-turun. Luar biasa bisa sampai sejauh ini dan saya menantikannya,” kata Mariappa.
 
Pelatih pertama Mariappa adalah Jimmy Gilligan, pemain pertama yang mencetak gol untuk Watford di kompetisi Eropa. Kini, bek kelahiran 3 Oktober 1986 yang teman satu angkatan putra Gilligan itu bertekad membawa The Hornets ke zona Eropa lagi. Mimpi yang tidak terbayangkan ketika Mariappa masih berstatus pemain akademi.
 
“Saat masih junior, saya pernah menjadi  ballboy  dua tahun. Mulai dari  membersihkan sepatu bola pemain senior sampai merapikan gym. Saya dan pemain muda lainnya benar-benar menjalankan tugas tersebut sepenuh hati. Itu pelajaran dan proses pendewasaan, tapi kini kebiasaan tersebut hilang,” ujar Mariappa.
 
Sementara pemain berdarah Fiji dan Jamaika itu berpikir bisa memperbaiki kualitas permainannya dengan menjadi vegan, ia juga menjalani musim fantastis di Watford. Semua berkat pelatih Javi Gracia. Selama 16 bulan, pria asal Spanyol itu tercatat sebagai pelatih terlama The Hornets sejak Malky Mackay pada 2011.
 
Dan Mariappa mengalami semua masa itu, dari sejak era Aidy Bothroyd yang memberinya kesempatan debut, Brendan Rodgers, Mackay, yang menjadikannya wakil kapten, Sean Dyche, Walter Mazzarri, dan Marco Silva. Kemudian Garcia datang, dan nama Mariappa tidak pernah absen dari daftar starter Watford.
 
Dibanding Man. City, Mariappa mengakui Watford memang bukan tim favorit dalam final nanti. “Namun kami tahu bisa mengalahkan mereka. Kami fokus untuk menang. Mereka memiliki tim yang hebat. Bisa mencetak gol dari segala sudut,  tetapi Anda harus percaya bisa mematahkan prediksi mayoritas,” kata Mariappa tegas.*Nurul Ika Hidayati
 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA