#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tembus 10,03 Detik, Zohri Naik Kelas
20 May 2019 13:13 WIB
OSAKA – Lalu Muhammad Zohri menegaskan statusnya sebagai sprinter fenomenal Indonesia. Usai mencuat karena berhasil meraih emas di nomor 100 meter putra Kejuaraan Dunia U-20, Helsinski, Finlandia, 2018, dengan 10,18 detik, Zohri terus mempertajam catatan waktu.

April 2019, Zohri meraih perak Kejuaraan Asia usai mencatat waktu 10,13 detik yang sekaligus memecahkan rekor nasional (rekornas). Hanya berselang sekitar satu bulan, Zohri mampu lebih cepat 0,10 detik dari catatannya di Doha. Turun di Seiko GP, Osaka, ia raih perunggu dengan 10,03 detik.

Raihan ini menjadikan Zohri sebagai atlet Indonesia pertama yang lolos Olimpiade XXXII/2020 Tokyo. Sekadar informasi, limit Olimpiade 10,05 detik. Hebatnya, apa yang didapat Zohri di luar dugaan sebab Pengurus Besar Persatuan Atletik Indonesia (PB PASI) menargetkannya lolos via peringkat.


Baca Juga :
- Tragedi..! Pelari Ini Meninggal Disambar Petir Dekat Garis Finish
- Area Intim Terekam Kamera, Atlet Wanita Keluhkan Bidikan dari Belakang Blok Start

Ternyata, Zohri sanggup melampaui batasan yang ditetapkan Federasi Atletik Internasional (IAAF). “Saya berterima kasih kepada masyarakat Indonesia, khususnya NTB (Nusa Tenggara Barat). Berkat doa kalian, Allah SWT memberikan anugerah ini  kepada saya,” kata pria 18 tahun tersebut.

Impian PB PASI untuk memiliki sprinter dengan catatan di bawah 10 detik pun kian mendekati kenyataan. Dengan kata lain, bukan tak mungkin Zohri bisa mensejajarkan diri dengan pelari kelas dunia lain seperti Usain Bolt dan Justin Gatlin yang catatan waktunya ada di angka sembilan detik.

Kesuksesannya mendekati catatan di bawah 10 detik diiringi cerita unik. Beberapa bulan lalu, PASI coba mengikutsertakan Zohri ke IAAF Diamond League. Namun, karena saat itu torehannya baru 10,18 detik, beberapa organizer Diamon League yang dihubungi PASI menyatakannya belum layak.

Setelah itu, PASI seperti mendapat berkah. Kedekatan mereka dengan Federasi Atletik Jepang (JAAF) membuat Zohri dan beberapa atlet lain dapat tawaran mengikuti kejuaraan bergengsi di Negeri Sakura. Namun, yang boleh ikut ketika itu hanya nomor estafet 4 x 100 meter putra.

Kemudian, berbekal raihan perak Kejuaraan Asia yang digenggam Zohri, PASI pun melobi JAAF agar pelari andalannya tersebut bisa turun dalam nomor 100 meter putra. Hal ini dikemukakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Tigor Tandjung melalui pesan singkat kepada media di Jakarta.

JAAF pun lantas memberi izin kepada Zohri untuk unjuk kebolehan di nomor 100 meter yang notabene favoritnya. “Saya bilang kepada mereka kalau Zohri layak ikut Seiko GP sebab waktu Kejuaraan Asia hanya kalah dari Yoshihida Kiryu (Jepang). Akhirnya, Zohri dapat restu,” Tigor menuturkan.

Dekati Gatlin

Saat tampil di final 100 meter Seiko GP, Minggu (19/5), Zohri mendapat kehormatan besar karena bisa satu lintasan dengan bintang sprint dunia, Justin Gatlin. Pada kesempatan ini, eks musuh bebuyutan Usain Bolt itu meraih medali emas dengan catatan waktu 10,00 detik.


Baca Juga :
- Kejadian Langka dan Mengerikan, Pelompat Galah Wanita Ini Tersuruk setelah Galahnya Patah
- Soal Peluang Zohri Tampil di SEA Games, Ini Kata PB PASI

Dengan kata lain, Zohri hanya kalah 0,03 detik dari pelari AS tersebut. Adapun posisi kedua ditempati oleh Yoshihida Kiryu yang mencatat waktu 10,01 detik. “PB PASI dan para pelatih sudah sangat berjasa. Saya bisa ada di level sekarang juga karena mereka,” Zohri mengungkapkan.* K.C.DHANESWARA 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA