#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Rashford Tuntut Jaminan dari MU Sebelum Perpanjang Kontrak
20 Mei 2019 13:31 WIB
MANCHESTER – Buruknya musim yang dijalani Manchester United FC (MU) pada 2018/19 membuat kondisi tim ikut terpengaruh. Kegagalan menembus empat besea Liga Primer membuat Setan Merah absen dari Liga Champions musim depan. Dan hal itu harus dibayar mahal para pemain. Paul Pogba dan kawan-kawan terpaksa menerima potongan 25 persen atas gaji mereka.

Masalah ini pula yang diyakini membuat sejumlah pemain berpikir untuk hengkang. Pogba, David De Gea, Alexis Sanchez, hingga Romelu Lukaku kemungkinan besar bakal mencoba keluar dari Old Trafford. Seperti diketahui, keempatnya merupakan pemain dengan bayaran tertinggi dalam skuat MU saat ini. Manajemen Setan Merah sendiri terpaksa melakukan pengurangan gaji demi menjaga neraca finansial klub.

Pencapaian pada 2018/19 memang membuat pendapatan MU menurun. Berdasarkan laporan yang dirilis klub pada Kamis (16/5) lalu, selama tiga bulan hingga akhir Maret, Setan Merah hanya menerima 41,2 juta paun (setara Rp 755, 7 miliar). Jumlah tersebut merosot dibanding dengan pemasukan pada periode yang sama musim lalu (45,7 juta paun). Efek terbesar adalah karena tanggungan gaji MU yang membengkak.


Baca Juga :
- Mau Tapi Malu, Wan-Bissaka tak Akan Paksa Pindah ke Manchester United
- Akhirnya Mengalah, Manchester United Siap Naikkan Gaji De Gea

“Persiapan untuk menghadapi musim baru telah berjalan dan kami sepenuhnya akan mendukung pelatih Ole Gunnar Solskjaer dan stafnya dalam membenahi tim,” kata Wakil Ketua Eksekutif MU Ed Woodward.

Selain merekrut pemain anyar, Setan Merah juga tengah berupaya menjaga agar tidak semua bintang mereka hengkang, terutama Marcus Rashford. Solskjaer memang sudah tampak pasrah jika De Gea dan Pogba memilih hengkang dari Manchester. Namun untuk Rashford, pelatih 46 tahun tersebut mendesak klub segera merampungkan negosiasi perpanjangan kontraknya.

Solskjaer berrencana untuk membangun tim dengan pemain-pemain yang cocok dan sesuai karakter MU. Rashford merupakan lulusan akademi Setan Merah dan diyakini sebagai salah satu fondasi sang pelatih dalam mewujudkan ambisi itu. Masalahnya, kini penyerang 21 tahun tersebut tengah bimbang meski klub siap memberikan kontrak baru yang akan membuatnya menerima bayaran 300 ribu paun per pekan.

Angka itu jelas meroket dari yang diterima Rashford musim ini, 75 ribu paun per pekan. Namun uang bukan satu-satunya yang menjadi kekhawatiran pemain timnas Inggris tersebut. Ia lebih mempertanyakan ambisi klub dan ke arah mana Solskjaer akan membawa MU. Rashford ingin jaminan bahwa Setan Merah mampu bersaing meraih trofi-trofi major musim depan. 

“Musim depan kami harus bangkit dan kembali memperlihatkan bagaimana Manchester United seharusnya bermain,” kata Rashford usai timnya menelan kekalahan 0-2 dari Cardiff City FC pada laga pamungkas Liga Primer, 12 Mei lalu. “Bagi saya, itu adalah hal yang terpenting.”  


Baca Juga :
- Disaingi Manchester United, Tottenham tak Jadi Incar Pemain Portugal Ini
- Ole Butuh Bek di MU

Rashford sendiri tampil impresif sejak Solskjaer tiba di Old Trafford, 19 Desember lalu. Ia menyumbang sembilan gol dan empat assist dalam 27 penampilan di bawah pelatih asal Norwegia itu. Catatannya hanya kalah dari Pogba (11 gol, 7 assist). Tetapi jika Solskjaer tak dapat memberikan jaminan, bukan mustahil Rashford enggan melanjutkan komitmennya yang akan berakhir Juni 2020 mendatang.

Mungkin sang penyerang mempertimbangkan untuk bergabung dengan klub yang bisa menjaminnya mengangkat gelar setiap musim. Dua klub raksasa Spanyol, Real Madrid CF dan FC Barcelona dikabarkan tengah memantau situasi Rashford di Old Trafford. Kondisi seperti ini patut menjadi perhatian serius Setan Merah. Mereka perlu belajar dari kasus De Gea jika tidak ingin kehilangan aset berharganya lagi.***       

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA