#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Andrea Dovizioso Ingin Ducati Fokus Kembangkan Motor
21 May 2019 13:21 WIB
LE MANS – Andrea Dovizioso dalam performa terbaik bersama Ducati Mission Winnow sejak bergabung, 2013 lalu. Terus mencetak banyak poin, pembalap asal Italia itu konsisten menekan pemimpin klasemen sementara, Marc Marquez. Namun, ia merasa Desmosedici GP19 belum maksimal.

Saat ini, Dovizioso sudah mengumpulkan 87 poin dari lima lomba awal MotoGP 2019, sekaligus merupakan raihan tertinggi selama berseragam balap Ducati jika berkaca pada momen sama. Tahun lalu, ia hanya mendapat 49 poin. Marquez pun menganggap Dovizioso dan Ducati ancaman nyata.

“Kami senang mendapat 20 poin di Grand Prix (GP) Prancis. Walau dalam posisi bagus di klasemen, apa pun bisa terjadi. Tapi, di sisi lain, kami masih harus memahami dan menganalisa hasil ini. Kami harus menemukan sesuatu untuk meningkatkan motor,” kata Dovizioso seperti dilansir Crash.net.


Baca Juga :
- Skuat Muda Liverpool Juga Oke
- Strategi Defensif El Cholo Meredam Potensi Besar sang Winger

GP19 sebenarnya mengalami peningkatan besar dalam dua tahun terakhir karena cepat di nyaris semua sirkuit. Namun, kekalahan dari Marquez di Sirkuit Le Mans, Prancis, akhir pekan lalu, membuat Dovizioso penasaran. Menurutnya, motor punya akselerasi bagus dan berpotensi mengalahkan Honda.

“Pada momen ini, Marc dan Honda sedikit lebih kuat daripada kami. Jadi, kami membutuhkan sesuatu agar bisa mengatur ban lebih baik lagi. Finis kedua bagus tapi saya bertarung dengan motor sendiri, terutama ban belakang. Ini tak bagus jika Anda sedang memperebutkan gelar,” ujar Dovizioso.

Cuaca dingin di Sirkuit Le Mans mengharuskan Dovizioso berlomba dengan ban jenis soft. Tapi, itu membuatnya tak dapat menekan motor terlalu keras karena bisa lebih cepat menghabiskan ban. Untuk itu, ia harus menjaga ritme balap jika ingin mempertahankan posisi di barisan terdepan.

“Sekarang kami harus tetap tenang karena sudah cukup dekat dengan Marc, baik lomba maupun klasemen. Kami harus memahami area mana yang perlu ditingkatkan. Jika bisa berkembang, peluang menang makin besar. Sebaliknya, Anda hanya bisa berdoa pembalap lain membuat kesalahan,” katanya.

Soal pertarungan dengan rekan setim, Danilo Petrucci, Dovizioso mengaku hal itu bukan masalah karena Ducati membebaskan pembalapnya untuk bersaing satu sama lain di lintasan. Dengan catatan, mereka tak melupakan kepentingan tim, yakni menandingi Honda di klasemen konstruktor.

“Danilo pembalap yang kuat dan di klasemen juga dalam posisi bagus. Saya senang memiliki pertarungan semacam ini karena yang terpenting memberikan semaksimal mungkin. Kami akan terus berusaha walau itu cukup sulit karena lintasan berbeda-beda. Setelan motor juga penting,” ujar Dovizioso.


Baca Juga :
- Sarri Harus Mencermati Plus-Minus dalam Skuatnya
- Transformasi Liverpool dalam Meraih Gelar Liga Primer

Petrucci mengaku senang karena meraih podium untuk kali pertama bersama pabrikan Ducati. Pembalap asal Italia itu mengatakan, kesuksesan ini berkat bantuan dari Dovizioso selama musim dingin. Tekanan dari fan juga dirasa Petrucci membawa pengaruh agar dirinya senantiasa berkembang.

“Sejak 2017 orang-orang memberi saya tekanan. Pada akhirnya saya terbawa dengan suasana itu dan gagal memenangi apa pun! Tapi, mereka akan selalu mengkritik meski akhirnya saya meraih kemenangan. Terima kasih Andrea karena sejak musim dingin membantu saya,” ujar Petrucci.*MUHAMAD FADLI RAMADAN 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA