#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Lionel Messi Merajai Statistik di La Liga
21 May 2019 10:01 WIB
EIBAR – FC Barcelona boleh saja gagal menutup La Liga 2018/19 dengan kemenangan. Namun hasil 2-2 yang diterima saat tandang lawan SD Eibar, Minggu (19/5), cukup bagi mereka mencatatkan raihan impresif lainnya. Terutama untuk Lionel Messi yang menasbihkan diri sebagai pemimpin absolut  liga musim ini.

Di Stadion Ipurua, penyerang berjuluk La Pulga (si Kutu) ini dianugerahi trofi Pichichi (pencetak gol terbanyak La Liga) setelah total mengumpulkan 36 gol. Itu jadi gelar keduanya secara beruntun, atau keenam sepanjang kariernya (2009/10, 2011/12, 2012/13, 2016/17, 2017/18, dan 2018/19). Ia menyamai Telmo Zarra sebagai pengoleksi terbanyak trofi tersebut.

Faktanya, Messi tidak hanya menjadi yang terdepan dalam hal gol di La Liga musim ini. Ia juga jadi pemimpin untuk catatan hebat lainnya. Penyerang tim nasional Argentina ini mendominasi beragam statistik serangan. Seperti soal gol, tidak jarang rapornya bahkan meninggalkan para pemain lain yang sebenarnya jadi terbaik kedua dan ketiga.


Baca Juga :
- Update Klasemen Liga Champions, Rabu Dini Hari WIB
- Suarez Tak Pernah Cetak Gol Tandang di Liga Champions sejak 2015

Perkara assist ia memang memimpin bersama gelandang serang Sevilla FC, Pablo Sarabia, dengan sama mengoleksi 13 assist (di belakangnya ada 10 assist Santi Cazorla di Villarreal CF). Tapi perkara tembakan, penyerang kelahiran Rosario ini jauh unggul dari yang lainnya. Ia mencatatkan 171 sepakan dan diikuti 115 oleh Raul de Tomas di Rayo Vallecano.

Messi bukan tak hanya berperan sebagai mesin pencetak gol, tapi juga bisa jadi pelayan rekan-rekannya. Ia pun menjelma sebagai sosok playmaker, dibuktikan dengan memimpin beragam statistik yang biasanya merupakan “lahan garapan” gelandang atau winger. Seperti menciptakan peluang, baik pada kondisi permainan terbuka (open play) ataupun tidak.

Menariknya, hegemoninya di beragam catatan menyerang menjalar hingga yang tergolong apes. La Pulga jadi pemain yang peluangnya paling sering digagalkan oleh tiang yakni 10 kali. Selain itu ada pula statistik yang menunjukkan betapa agresif Los Azulgrana –julukan Barca– yaitu operan di area lawan: tiga terbaik didominasi pemain mereka.

Jarak Terbesar

Barca sendiri sebenarnya sudah mengunci gelar juara La Liga musim ini sejak jornada ke-35, 27 April. Kini kebahagiaan mereka jadi berganda sebab berhasil mencatatkan jarak terbesar sepanjang sejarah dengan Real Madrid. Kekalahan rivalnya dari Real Betis beberapa jam sebelum bermain seri lawan Eibar membuat selisih akhir menjadi 19 poin.


Baca Juga :
- Dortmund Pantas Optimistis
- Messi Kembali Berlatih, tapi Belum Tentu Main Lawan Dortmund

Sebelumnya gap terbesar adalah 17 poin, yang terjadi di 2017/18 dan 1984/85. Di musim yang juga dilatih Ernesto Valverde, Los Azulgrana sebagai kampiun melihat Madrid di posisi tiga klasemen, seraya musim ini. Sementara satu lainnya saat diarsiteki Terry Venables, tim asal Katalunya ini jauh meninggalkan tim ibu kota yang hanya ada di posisi lima.

Di 2018/19, Atletico Madrid kembali menjadi runner up seraya edisi sebelumnya tapi dengan jarak 11 poin (untuk 2017/18 ada 14 poin; 93 berbanding 79 poin). Hanya 86 poin yang dikumpulkan Madrid saat ini juga memupakan raihan terendah mereka sejak finis peringkat tiga di 2001/02; di bawah Valencia CF (75) dan Deportivo La Coruna (68).***TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA