#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Warriors Jadi Klub Legenda Kedua
22 May 2019 14:43 WIB
PORTLAND – Golden State Warriors akan dikenang sebagai salah satu tim terhebat sepanjang sejarah NBA. Kemenangan series 4-0 atas Portland Trail Blazers, Senin (20/5) atau Selasa pagi WIB, membawa klub asuhan Steve Kerr tersebut melaju ke final NBA untuk kali kelima beruntun.

Pada gim keempat di Moda Center, Portland, Oregon, Warriors untuk kali ketiga beruntun bangkit dari ketinggalan dua digit poin. Mereka mampu mengejar perolehan angka Damian Lillard dan kawan-kawan hingga memaksakan overtime (OT) yang berujung pada kemenangan tipis, 119-117.

Sekadar informasi, dalam sejarah NBA, hanya Boston Celtics era Bill Russell yang mampu menembus final setidaknya lima kali tanpa putus. Tepatnya, mereka melakukan 10 kali beturut-turut sejak 1956/57 hingga 1965/66. Selebihnya, streak maksimal keikutsertaan di final NBA hanya empat


Baca Juga :
- Resmi, Ini Jadwal Play-off Piala AFC 2020 antara PSM Vs Lalenok United
- Sedang Siaran, Legenda NBA Ini Dilempari Telur Oleh Rekannya

Itu dilakukan Los Angeles (LA) Lakers era Magic Johnson, Boston Celtics era Larry Bird, Miami Heat era LeBron James, serta Cleveland Cavaliers era LeBron James. Adapun final kelima beruntun Warriors terjadi dalam era Stephen Curry, sekaligus mendekatkan tim ini pada pencapaian lain.

Warriors berpotensi jadi pemegang titel terbanyak ketiga di bawah Celtics dan Lakers. Saat ini, predikat tersebut mereka pegang bersama dengan Chicago Bulls dengan torehan enam gelar. “Tim tak pernah menyerah. Itulah mindset kami hingga bisa melakukan apa saja,” ujar Draymond Green usai laga.

Untuk musim ini, Warriors mendapat “penyegaran” di final sebab rival dalam empat musim beruntun, Cleveland Cavaliers, gagal lolos play-off. Mereka juga tak bertemu LeBron James yang kini berseragam Lakers lantaran sama-sama ada di Wilayah Barat. Selain itu, Lakers juga tersingkir di fase reguler.

Dua calon lawan Warriors di final NBA adalah Milwaukee Bucks dan Toronto Raptors yang hingga kini masih berjibaku di Wilayah Timur. Untuk sementara, Bucks unggul 2-1 dan jika melihat kualitas kedua tim, sangat mungkin pertandingan berjalan alot atau membutuhkan enam hingga tujuh gim.

Warriors pun menegaskan tak bakal mengendurkan semangat demi bisa mempertahankan trofi Larry O’Brien, musim ini. “Kami pernah berada di posisi ini (final) sebelumnya. Kami sudah merasakan dan melihat semuanya. Tentu saja, kami akan mengejar gelar lagi seperti musim lalu,” Curry mengungkapkan.

Tanpa HCA

Sayang, pada final kali ini, Warriors tak mendapat home court advantage (HCA) layaknya tetralogi dengan Cavs. Jika dibandingkan dengan dua tim Wilayah Timur, Bucks dan Raptors, rekor reguler Warriors lebih buruk. Dengan menang-kalah, 57-25, mereka kalah dari Bucks dengan 60-22 serta Rapotrs, 58-24.


Baca Juga :
- Giannis Air Ball Saat Free Throw, Penggawa Bulls Ini Berikan Reaksi Kocak
- Lagi! Dikalahkan Jazz, Warriors Sudah 9 Kali Kalah di Awal Musim Ini

Rekor pertemuan Warriors dengan kedua calon lawan di final NBA sepanjang fase reguler juga tidak terlalu bagus. Misalnya saat menghadapi Bucks, Warriors hanya memenangi satu dari dua pertemuan. Sedangkan melawan Raptors, tim yang bermarkas di Oracle Arena, Oakland, Kalifornia itu malah kalah 0-2.

Namun, Warriors membuktikan jika catatan reguler tak bisa jadi tolok ukur. Pada semifinal Wilayah Barat, tim ini memecundangi Houston Rockets, 4-2, padahal di reguler kalah 1-3. Sedangkan di final Wilayah Barat, tim yang musim depan bermarkas di Chase Center, San Francisco itu menang 4-0 meski di reguler imbang, 2-2.*KRISNA C. DHANESWARA 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA