#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Nole Tak Lagi Anggap Federer Ancaman
22 May 2019 14:24 WIB
PARIS – Roger Federer pernah menjadi momok dalam berbagai turnamen besar. Namun, kondisi itu tampaknya tak berlaku di Prancis Terbuka, Roland Garros Stadium, Paris, 26 Mei-1 Juni mendatang. Bahkan, hal itu dikemukakan salah satu rival terberat, Novak Djokovic.

Ketika ditanya tiga tersulit, Nole, sapaan akrab Novak Djokovic, menyebut Rafael Nadal, Dominic Thiem, dan Fabio Fognini. Petenis asal Serbia itu pun menegaskan, Nadal merupakan favorit juara di Roland Garros, sebutan lain Prancis Terbuka, seiring pertemuan mereka di final Roma Masters, pekan lalu.

Dalam pertandingan akhir pekan lalu, Nole kalah 6-0, 4-6, dan 6-1. “Tanpa ragu, saya akan menyebut Nadal sebagai terfavorit. Dominic (Thiem) juga bagus, musim ini, dan bisa mengalahkan siapa pun di lapangan tanah liat. (Fabio) Fognini juga menunjukkan kemampuannya di Monte Karlo,” katanya.


Baca Juga :
- Taklukkan Medvedev, Nadal Mendekati Rekor Grand Slam Federer
- Dikalahkan Petenis Muda di Final US Open, Serena Merasa Bangga

Nole menyadari, tanah liat bukan lapangan favorit Federer. Bahkan, ini merupakan kali pertama petenis asal Swiss itu tampil dalam Prancis Terbuka sejak tiga tahun lalu. Akibatnya, permainan atlet berjulukan FedEx itu pun kurang begitu maksimal di Madrid Masters (6-12 Mei) dan Roma Masters.

Pada turnamen pertama di lapangan tanah liat, Federer hanya bertahan hingga perempat final usai kalah dari Dominic Thiem, 6-3, 6-7(11), 4-6. Kemudian di Roma Masters, Federer memutuskan mundur jelang menghadapi Stefanos Tsitsipas pada delapan besar karena cedera kaki kanan.

Merujuk pada kiprahnya belakangan ini, mantan petenis nomor satu dunia, Mats Wilander, juga menganggap Federer bukan yang terbaik lagi. Namun, pria 54 tahun itu  mengatakan, kolektor 20 titel grand slam tersebut masih sangat diperhitungkan lantaran pengalaman yang dimiliki.

“Roger akan memasuki usia 38 tahun (8 Agustus) dan memiliki empat anak. Yang bisa ia lakukan sekarang menjadi sebaik yang ia bisa. Harus di akui, ia bukan yang terbaik lagi. Ia tidak menang tapi akan tetap di sana (persaingan),” kata Wilander seperti dilansir Tennis World USA, Selasa (21/5).

Menariknya, Federer seperti mengisyaratkan bahwa penampilannya di Prancis Terbuka 2019 berpotensi menjadi yang terakhir. “Setiap turnamen bisa saja menjadi yang terakhir. Tapi, saya tidak melihat kedatangan saya di Roland Garros, tahun ini, akan menjadi yang terakhir,” kata Federer.

Jika dibandingkan dengan tiga turnamen grand slam lain, kiprah Federer di Prancis Terbuka memang terlalu baik. Sejak debut profesional, 1998, pemain berpostur 185 cm itu baru mengantongi satu gelar, 2009. Ketika itu, ia mengalahkan Robin Soderling dari Swedia dengan skor 6-1, 7-6(1), 6-4.


Baca Juga :
- Juara US Open 2019, Bianca Andreescu Sebut Serena Williams Legenda Hidup
- Drama Lima Set Federer Tumbang, Dimitrov Klaim Taktiknya Sederhana

Setelah itu, Federer mengalami paceklik di Roland Garros. Catatan terbaiknya setelah itu hanya jadi runner-up pada 2011 usai ditaklukkan Nadal, 7-5, 7-6(3), 5-7, dan 6-1. Adapun dalam tiga musim terakhir, Federer memutuskan absen demi bisa maksimal di tiga turnamen mayor lain.  

“Saya ingin bermain seperti 10 tahun lalu. Rasanya senang jika bisa memenangi beberapa pertandingan. Jika mungkin, saya bisa menghabiskan pekan pertama di sini (Prancis Terbuka). Saya merasakan banyak kekalahan dan kemenangan. Jadi hanya berharap dalam kondisi baik,” ujarnya.* MUHAMMAD RAMDAN

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA