#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Go Public Berikutnya, Persija Terdepan
22 May 2019 10:23 WIB
JAKARTA – Sebenarnya tidak sulit bagi klub sepak bola Indonesia lainnya mengikuti jejak Bali United untuk IPO. Syarat sebuah klub untuk go public adalah klub atau perusahaan tersebut punya rencana jangka pendek dan panjang yang baik. Paling tidak ada rencana jelas dalam tempo tiga hingga lima tahun ke depan.

Bahkan, Octavianus Budiyanto, Direktur Utama Kresna Sekuritas, mengatakan beberapa klub Indonesia sedang menjajaki kerja sama dengan pihaknya untuk terjun ke lantai bursa. "Dilihat dari sisi prestasi maupun jumlah fanatisme suporter, klub lain ada potensi seperti Persib, Persija, dan Persebaya," kata Octavianus.

Saat dikonfirmasi TopSkor, kubu Persija membenarkan akan mengikuti jejak Bali United. Menurut Direktur Utama Persija, Kokoh Afiat, PT Persija Jaya (perusahaan yang menaungi Persija) tahun ini akan mulai melakukan IPO.


Baca Juga :
- Ada di Zona Degradasi Jelang Lawan Kalteng Putra, Begini Komentar Pelatih Persija
- Percuma jika Persija Tak Menang

"Kami mau masuk ke bursa saham karena jika IPO dilakukan yang akan didapatkan Persija di lantai bursa akan lebih besar kapasitasnya. Sehingga, proses misi besar yang diusung Persija dapat didukung finansial yang besar pula," ujar Kokoh.

Mengenai perkembangan persiapan Persija untuk Go Public, CEO Persija, Ferry Paulus kepada TopSkor mengungkapkan proses sedang berjalan. “Hingga kini jika dipersentasekan sudah 60 persen. Ini diharapkan bisa memberikan terobosan baru musim ini dan warna baru bagi persepakbolaan indonesia,” katanya.

Selain Persija, tiga klub lainnya yang dirumorkan segera menyusul ke lantai bursa adalah Persib, Arema FC, dan Madura United. Kuswara S Taryono, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, mengaku belum bisa menentukan kapan akan melepas saham Persib.

“Tapi memang soal pelepasan saham sudah sering kami diskusikan. Jadi tunggu saja momennya. Nanti kalau sudah ada kepastian, wartawan diberi tahu,” ujar Kuswara.

Sedangkan Arema FC sudah melakukan sosialisasi IPO 2 Mei lalu. “Kami masih menanti saat yang tepat untuk ke lantai bursa. Potensi kami besar dari banyak sisi untuk ikuti langkah Bali United,” kata GM PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI), Ruddy Widodo.

Untuk itu dalam lima tahun terakhir, dijelaskan Ruddy, pihaknya fokus mengembangkan aset perusahaan, fasilitas unit-unit bisnis turunan, infrastruktur, dan fasilitas tim perusahaan. Juga membangun stabilitas keuangan dan pertumbuhan perusahaan.

Kelaikan Madura United ke lantai bursa juga disinggung sang presiden klub Achsanul Qosasi. “Madura United lakukan IPO itu jadi bagian dari rencana lama klub sejak 2016 agar tetap survive,” Achsanul menuturkan.  Dijelaskannya, klub tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan dari sponsor dan tiket dari suporter.

Di sisi lain, perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina kemungkinan bakal berdampak pada proses jual beli saham. Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia, Reza Priambada mengatakan perang dagang bisa menurunkan animo pasar modal.


Baca Juga :
- Preview Persija vs Madura United
- Tugas Pertama Langsung Berat, hadapi Arema dan Persija, Ini Kata Bejo

“Sehingga dengan adanya kekhawatiran tersebut mereka akan menahan untuk melakukan aktivitas di lantai bursa. Jadi mereka menahan aksi beli dan akibatnya harga saham cenderung turun,” kata Reza. Meski begitu kegiatan akan tetap berjalan seperti sedia kala, termasuk jual beli saham klub.*Furqon AF/Sumargo P/Dani W/Noval L/Nizar G

 

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA