#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Ini Kelebihan Pengganti Leonardo
23 May 2019 12:16 WIB
MILAN – Beberapa waktu lalu, muncul rumor kalau Direktur Teknik AC Milan Leonardo sempat terlibat pertengkaran dengan CEO Ivan Gazidis. Mantan gelandang itu pun siap menyerahkan surat pengunduran diri. Klub tidak kelabakan jika perpisahan benar terjadi.

Sebab sudah sejak lama, Gazidis berniat mengganti Leonardo. Pilihan jatuh kepada Luis Campos yang mengepalai sektor teknik Lille OSC. Pendekatan dilakukan mulai April dan pertemuan terakhir terjadi beberapa hari lalu di tempat netral. Pria asal Portugal itu mau bergabung.

Campos mencari tantangan baru yang membuatnya antusias. Sepertinya hanya Milan yang bisa membuatnya berpaling dari Lille. Maret silam, Chelsea FC dan AS Roma datang meminangnya, namun semua ditolak. Hasil dari lapangan dan kendala Financial Fair Play akan jadi bahan diskusi antara dia dengan Gazidis ke depannya.


Baca Juga :
- Lazio Bidik Liga Champions
- AC Milan, Solusi Piatek dalam Diri Bennacer

Pernah bekerja selama 14 tahun sebagai pelatih, membuat Campos jeli melihat kemampuan terpendam seorang pesepak bola. Dia memiliki satu grup pencari bakat yang terdiri dari enam ahli (1 berkebangsaan Portugis, 1 Meksiko, 1 Spanyol, 1 Brasil dan 2 Prancis). Mereka beroperasi di lima zona.

Proses kerjanya sedikit rumit tapi sesuai dengan hasil yang didapatkan. Setiap tahun, tim tersebut memantau 3000 pemain dengan usia antara 16-23 tahun, lalu menyaring hingga maksimal 10 baris. Kemudian dikerucutkan lagi dengan tiga atau lima nama untuk masing-masing peran.

Data tersebut dibagi dan diberi kode khusus: A1 untuk pemain meyakinkan, A2 untuk pesepak bola yang jadi ruh skuat, B1 punya potensi kuat, begitu seterusnya hingga level D. Informasi selengkapnya tentang karakter masing-masing pemain juga disertakan. Proses dilanjutkan dengan mengelompokkan mereka berdasarkan harga: kurang dari 3 juta euro (sekira Rp48,6 miliar), antara 3-6 juta euro dan di atas 6 juta euro. Setelah nama pemain lolos tiga tahap penyaringan itu ditentukan, maka Campos akan melakukan penilaian sendiri secara personal.

Kinerjanya yang memuaskan sudah terbukti saat mengabdi di AS Monaco. Fabinho yang dibeli 6 juta euro dari Rio Ave, kemudian dilego ke Liverpool FC dengan harga melonjak 7,5 kali lipat. Gelandang Thomas Lemar ditebus 4 juta euro dari Caen, dilepas ke Atletico Madrid 60 juta euro. Anthony Martial hanya bernilai 5 juta euro saat pindah dari Olympique Lyonnais, dibeli Manchester United FC 80 juta euro.

Berkat keahliannya, pada 2017, Les Monégasques jadi juara Ligue 1 dan melangkah ke semifinal Liga Champions. Mereka pun meraup pemasukan ekstra 180 juta euro dari penjualan Kylian Mbappe ke Paris Saint-Germain.

Metode pria yang fasih berbicara lima bahasa itu mengesankan Gazidis dan dipandang sejalan dengan rencana Milan. Ya, patron klub Elliott Management mendukung upaya pembentukan tim sukses berlandaskan para pemain muda berkualitas. Di samping itu, ada jaminan mendapat keuntungan besar.

Mengevaluasi Gattuso


Baca Juga :
- Lukaku Bikin Lawan Terkesima
- Tidak Perlu Tunggu Dzeko, Inter Siap Tancap Gas

Sebagai direktur pengembangan strategi area olahraga, tugas Paolo Maldini bersingunggan dengan direktur teknik. Dia ikut memberi penilaian terhadap performa pelatih dan pemain.

“Saya dan Gattuso? Anda harus menghormati siapapun yang ada di hadapan Anda. Kami berada di sini untuk memastikan semua berjalan dengan baik: perbedaan pandangan bisa terjadi, tapi relasi kami menolong untuk mengatasi momen sulit. Saya mesti mengevaluasi hasil kerjanya dengan dingin. Peran kami berbeda, kami bukan rekan setim,” katanya.***

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA