#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Tyler Rix : Pilih Saksofon
23 May 2019 04:15 WIB
PADA 2009 silam, atau hampir 10 tahun lalu, Tyler Rix muncul dalam pemberitaan harian Inggris, Telegraph. Dia mengenakan kostum West Ham. Di Stadion Bolyn Ground alias Upton Park. Rix berpose dengan meniup saksofon. Kini, usianya sudah 26 tahun dan dia bukan lagi menjadi bagian The Hammers melainkan salah satu pemusik berbakat yang dimiliki Inggris.

“Saya sampai pada keputusan yang sulit dalam usia 15 tahun, apakah tetap menjadi pesepak bola atau menekuni dunia musik,” kata Rix, mengenang. Rix bermain di akademi sepak bola West Ham. Sebagai bek, Rix dinilai memiliki bakat. Dalam usia tersebut, kariernya sebagai pemain muda pun dalam progres yang mengesankan. Rix pun sempat tampil dalam sejumlah pertandingan di Upton Park.

“Saya selalu tahu bahwa suatu hari pada akhirnya saya harus memilih antara sepak bola dan musik. Saya tidak pernah menyangka akan berada dalam dua pilihan seperti ini. Dua karier yang memang spektakuler,” katanya lagi, tersenyum. Dan, pada akhirnya, Rix pun memilih menjadi pemusik, dengan meniup saksofon. Kini, Rix merupakan penulis lagu penyanyi Inggris, pemain saksofon dan tentu semua itu membuatnya mengarah menjadi model internasional.


Baca Juga :
- Indra Sjafri Mantu, Berikut Doa dari Menpora
- Ali Daei Berkibar dengan Daei Sport

Rix masuk ke Universal Music Group dan album debutnya, Ascent, dirilis pada Februari 2009 mencapai nomor satu di Klasik & Jazz Charts. Rix mulai memainkan saksofon pada usia sembilan tahun di pelajaran sekolah dasar. “Saya tidak dapat meninggalkan musik,” katanya lagi. Bakatnya dalam musik memang terlalu besar untuk ditinggalkan. Meski dengan pilihannya ini, dia harus mengecewakan ayahnya yang menginginkan dirinya menjadi pemain profesional.


Baca Juga :
- Sukses Mia lewat Winner Never Quit
- Johan Halls : Dari Arsenal hingga Catwalk

Bakat sepak bola Rix sudah terlihat ketika dirinya masih anak-anak. Rix yang lahir di Watford kemudian pindah ke London. Di sanalah dia memulai sekolah sepak bola atas keinginan ayahnya. Sedangkan bakatnya dalam musik mengalir dari ibunya.

“Rix adalah talenta yang sensasional. Dia bagian dari budaya negeri ini: sepak bola. Namun, Inggris juga memiliki sejarah yang kuat dalam musik,” kata Dickon Strainer, manager Universal Classics dan Jazz. “Kami sangat senang dia memiih musik. Itu akan lebih baik baginya ketimbang bermain sebagai bek kiri,” kata Strainer lagi, dengan nada bercanda. Kini, yang tersisa adalah bagian dari biografinya bahwa Rix pernah menjadi bagian dari West Ham United.* Irfan Sudrajat

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA