#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Cedera Lutut, Serena Tak Lagi Superior
23 May 2019 13:32 WIB
PARIS – Chris Evert meragukan penampilan Serena Williams dalam Grand Slam Prancis Terbuka di Roland Garros Stadium, Paris, 26 Mei-9 Juni mendatang. Legenda tenis dunia itu menyebut cedera lutut sang pemain berpotensi jadi hambatan kala turun di turnamen lapangan tanah liat tersebut.

Terlebih persiapan Serena jelang Prancis Terbuka terbilang minim. Musim ini, petenis asal Amerika Serikat (AS) itu baru melakoni satu pertandingan di lapangan tanah liat, tepatnya babak pertama WTA Premier 5 Italia Terbuka yang digelar di Foro Italico, Roma, pekan lalu.

Ketika itu, Serena menang atas wakil Swedia, Rebecca Peterson, 6-4, 6-2. Sayang, sebelum menghadapi sang kakak, Venus Williams, di babak kedua, Serena memutuskan mundur karena masalah lutut kiri. Serena saat ini telah berada di Paris untuk menjajal lapangan Roland Garros.


Baca Juga :
- Misi Berat Petenis Indonesia di Perempat Final
- Ulangan Final di Laga Empat Besar

“Kami tidak tahu kondisi fisiknya, saat ini. Tapi, permainan dan pergerakan Serena tergantung pada itu. Baginya, kaki adalah bagian penting untuk meraih hasil baik dalam pertandingan. Saya tidak tahu apakah Serena sudah 100 persen sejak awal musim ini,” Evert menuturkan.

Wanita 64 tahun itu membenarkan, bermain di lapangan tanah liat jauh lebih berat dari jenis lapangan lain. “Masalah lutut mengganggunya dan sekarang, ia bermain di lapangan tanah liat, yang mana untuk meraih poin, seorang harus bergerak lebih banyak,” ia menambahkan.

Hal senada juga diungkapkan oleh pelatih tenis yang namanya masuk International Tennis Hall of Fame, Nick Bollettieri. “Harus diingat, Serena memukul bola sangat datar. Jadi, jika dia tidak memiliki kendali terhadap tubuhnya, banyak kesalahan yang akan terjadi,” ujarnya.

Sepanjang musim ini, Serena baru turun dalam empat turnamen. Namun, petenis 37 tahun itu selalu mundur dalam persaingan tiga ajang di antaranya. Sebelum dari Italia Terbuka, Serena juga menarik diri dari Indian Wells (4-17 Maret) dan Miami Terbuka (18-31 Maret).

Semuanya karena masalah yang sama, cedera lutut kiri. Dari semua turnamen yang diikuti sepanjang musim ini, pencapaian terbaiknya adalah Australia Terbuka, 14-27 Januari lalu. Ketika itu, ia bertahan hingga perempat final sebelum dikalahkan Karolina Pliskova, 4-6, 6-4, 5-7.

Meski begitu, ibu satu anak itu tak menyesali apa yang dilaluinya. “Saya belum memainkan banyak pertandingan, tahun ini. Bukan pilihan saya tapi keadaan yang memaksa. Saya benar-benar ingin menjalani tur dan bermain tapi tak semuanya berhasil,” ujar Serena.

Khusus untuk turnamen tanah liat, prestasi Serena memang tak sebaik di lapangan jenis lain. Secara keseluruhan, petenis kelahiran 26 September 1981 itu baru mengoleksi enam titel, di mana tiga di antaranya adalah Prancis Terbuka, masing-masing pada edisi 2002, 2013, dan 2015.

Apa yang ditorehkan Serena di Roland Garros, sebutan lain Prancis Terbuka, jauh berbeda dengan di turnamen grand slam lain seperti Australia Terbuka dan Wimbledon. Serena sudah mengoleksi masing-masing tujuh gelar. Sedangkan untuk AS Terbuka, ada enam titel yang dikoleksi.

Mats Wilander turut memprediksi karier Serena yang dianggapnya jauh berbeda dengan sebelum melahirkan. Akan sulit bagi sang pemain meraih gelar di Prancis Terbuka. Namun, mantan petenis nomor satu dunia itu menuturkan, Serena masih mampu bersaing di papan atas,

“Saya tidak berpikir kalau ia bisa memenangi gelar. Tapi, saya pikir, Serena bisa mengalahkan Simona Halep, Naomi Osaka, dan Sloane Stephens. Serena bisa memenangi grand slam tetapi tidak di Prancis Terbuka,” ujar Wilander.*MUHAMMAD RAMDAN


Baca Juga :
- Optimisme Tunggal Merah Putih
- Indonesia dan Korea Selatan Sama Kuat

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA