#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS: Nilai Jual Mauro Icardi Anjlok
23 May 2019 12:00 WIB
MILAN – Nyaris tidak lagi mendapat tempat di FC Internazionale, Mauro Icardi kini pun tidak termasuk dalam skuat timnas Argentina untuk Piala Amerika 2019. Keputusan Lionel Scaloni (pelatih timnas Argentina), Selasa (21/5) lalu, yang tidak memanggil M19—julukan Icardi—menjadi pukulan terakhir untuk penyerang I Nerazzurri tersebut. Scalani justru memanggil rekan setimnya di Inter, Lautaro Martinez, tapi tidak untuk penyerang Inter bernomor 9 tersebut.

Ya, fase 2019 sepertinya memang menjadi fase buruk bagi suami Wanda Nara tersebut, khususnya jika melihat rapor produktivitasnya. Krisis ini pun berimbas kepada nilai Icardi dalam bursa transfer. Hanya dalam lima bulan terakhir, nilai Icardi anjlok 40 juta euro! Icardi tidak lagi menorehkan gol dalam situasi bola berjalan sejak Desember lalu, tepatnya setelah golnya ke gawang AS Roma. Lalu, sejak Februari hingga saat ini, dia hanya mampu menorehkan dua gol yang keduanya tercipta dari titik penalti.

Yang lebih ironis, penyebab fase buruk tersebut bukan karena aspek teknik melainkan terkait mentalitas pemain dan situasi di sekelilingnya. Mantan kapten Inter ini telah kehilangan posisinya dalam starter dan perannya dipertanyakan oleh pelatih Inter, Luciano Spalletti. Dia bukan lagi sosok yang dinilai sebagai pemimpin di tim Inter. Anjloknya nilai transfer Icardi terlihat dalam laporan CIES (Lembaga observasi sepak bola yang mengkalkulasi nilai transfer pemain terdasarkan usia dan penampilan) secara periodik.


Baca Juga :
- Barca Buru Pesaing Suarez
- Istri Selingkuh, Maxi Lopez Berterima Kasih pada Icardi

Pada per Desember lalu, CIES memperlihatkan bahwa nilai Icardi mencapai 100 juta euro (sekitar Rp1,61 triliun). Namun, kini nilai Icardi justru turun ke angka 60 juta euro. Dengan demikian, ada 40 juta euro yang hilang dari nilai penyerang 26 tahun tersebut. Nilai yang ditampilkan CIES pun tidak terlalu berbeda dengan situs transfer pemain lainnya, Transfermarkt.

Penurunan performa Icardi dapat dilihat bahwa pada musim ini setelah tampil dalam 2.198 menit di Seri A, Icardi hanya menorehkan 11 gol. Menurut Tutto Sport (media massa Italia berbasis di Turin), Icardi membutuhkan 199 menit hanya untuk menorehkan satu gol. Jumlah tersebut jauh berbeda dibandingkan dengan 2017/18 ketika Icardi mampu mencetak 1 gol setiap 102 menit. 

Di luar dari isu nilai transfernya yang menurun, hingga saat ini persoalan kontraknya dengan Inter pun belum selesai. Icardi masih memiliki kontrak di Inter hingga 2021 dengan menerima gaji 5,5 juta euro per musim. Isu pembaruan kontrak dengan nilai gaji yang juga diperbarui menjadi masalah yang berlarut-larut antara agen sekaligus istrinya, Wanda Nara dan manajemen Inter. Krisis hubungan ini semakin memanas sejak Februari hingga Maret.

Seiring dengan persoalan tersebut, efeknya pun itu tadi dimulai dengan status jabatan kaptennya yang hilang lalu dia pun bukan lagi penyerang utama Inter. Kondisi tersebut memengaruhi penampilannya di lapangan, apalagi ada fase ketika Icardi tidak pernah bermain dalam dua bulan. Dengan rapor tersebut, wajar jika kemudian Icardi gagal masuk timnas Argentina.

Bagi Scaloni, ukurannya tentu sudah jelas. Mereka yang dipanggil adalah pemain yang memiliki rapor bagus di tingkat klub. Untuk posisi penyerang, Lionel Messi menjadi yang utama dan tidak disangsikan lagi kualitasnya. Di bawah Messi adalah Sergio Aguero, penyerang Manchester City yang telah menorehkan 21 gol dan membawa timnya meraih tiga gelar domestik pada 2018/19 ini.

Tidak sulit pula membandingkan performa Aguero dengan Icardi. Versi CIES contohnya yang membandingkan pemain berdasarkan sejumlah aspek, di antaranya tembakan ke arah gawang, menciptakan peluang, memenangkan duel, atau memberikan umpan. Semua aspek tersebut dihitung dari penampilan 1.000 menit terakhir sang pemain.

Juve atau Bertahan
Dalam aspek menembak contohnya. Aguero mampu melepaskan 87 tembakan ke arah gawang, sedangkan Icardi hanya 54 tembakan ke gawang. Lalu dari aspek umpan (distribusi) dalam hal ini kemampuan si pemain dalam memberikan bola-bola yang efesien sehingga membuat timnya berhasil menguasai pertandingan, Icardi juga kalah jauh dibandingkan dengan Aguero. Icardi hanya 15 sedangkan Aguero 50. Icardi hanya unggul dalam aspek menciptakan peluang, 69 kali sedangkan Aguero 49 kali, dalam ukuran 1.000 menit terakhir.


Baca Juga :
- Winger Baru PSG Jadi Sorotan
- De Laurentiis Lega Icardi Tak Jadi Bergabung

Lalu, dengan situasi seperti ini, apakah Icardi akan meninggalkan Inter atau tetap akan bertahan di I Nerazzuri untuk terlibat dalam rencana baru klub? Dengan rencana kehadiran Antonio Conte yang akan menangani Inter, tidak menutup kemungkinan bahwa Icardi memiliki peluang untuk bangkit. Apalagi, Icardi sudah menyatakan bahwa hatinya masih di Inter. Situasinya juga bisa bergantung dari hasil terakhir Inter di Seri A, pekan ini serta berhasil atau tidak Inter tampil di Liga Champions.*Irfan Sudrajat


 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA