#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
WAWANCARA EKSKLUSIF: Lewat Persija Saya Ingin Menembus Timnas Indonesia Senior
23 May 2019 11:40 WIB
JAKARTA – Yogi Rahadian masih menanti waktu debutnya bersama Persija. Ia percaya, dengan kerja keras, kesempatan itu akan datang. Apalagi Persija akan ditinggal empat pemain karena membela timnas Indonesia, yakni Riko Simanjuntak, Novri Setiawan, Ramdani Lestaluhu, dan Andritany Ardhiyasa.

Absennya empat pemain ini dipercaya akan menjadi momentumnya unjuk kebolehan. Sebagai pemain muda nama Yogi cukup harum, tetapi untuk level senior dalam kompetisi kasta tertinggi, ia masih anak bawang. Bagaimana Yogi mempersiapkan diri? Berikut wawancara eksklusif TopSkor:

Sulitkah menerima pinangan Persija?


Baca Juga :
- PT PBB Terus Upayakan Laga Persib vs Persija Digelar di Bandung
- Menurut Saya, Idealnya Ketua Umum PSSI Itu Bukan Orang Partai Politik

Sebenarnya tidak terlalu sulit. Tapi juga ada rasa tidak enak dengan Sriwijaya. Saya sempat menunggu dan tak pedulikan tawaran dari klub lain. Tapi cuma sekali ada komunikasi dari Sriwijaya. Setelah lama menunggu, Persija datang. Tidak butuh waktu lama buat menerima Persija. Cuma satu minggu komunikasi langsung deal.

Siapa yang menghubungi?

Pak Ferry Paulus langsung. Dia bicara Persija memang lagi butuh pelapis buat Riko (Simanjuntak) dan Novri (Setiawan).

Bersedia hanya menjadi pelapis?

Tentu semua pemain ingin main reguler. Sebab itu saya akan bekerja lebih keras dari biasanya untuk mendapat kepercayaan pelatih.

Mengapa pilih nomor punggung 77?

Tidak ada alasan khusus. Asal pilih saja (tertawa). Sebenarnya saya suka nomor punggung 7, tapi kan sudah ada yang punya. Di Mitra Kukar juga saya pakai nomor besar 99.

Target pribadi?

Tidak muluk-muluk. Dapat kesempatan bermain dan main bagus dulu. Bantu tim.

Bersaing dengan Riko, Novri, Hersus, Feby?

Saya nikmati ajalah. Nikmatin latihan bareng. Kalau dapat kesempatan maksimalkan. Jadi, kesempatan saya belajar banyak juga dari bang Riko dan Novri. Mereka kan pemain timnas. Gak masalah saya pikir tentang persaingan.

Pernah diajak bicara empat mata sama Ivan Kolev?

Kalau bicara empat mata sih belum pernah. Tapi kalau dalam latihan dia selalu meminta semua pemain cepat memahami apa yang dia mau. Tipikal pelatih yang tegas saya rasa.

Jika harus reposisi?

Tidak masalah juga. Tapi dari dulu saya memang terbiasa main di dua posisi, winger dan gelandang.

Pemain yang Anda kagumi?

Saya sangat mengidolakan mas Bepe. Karena dia tak diragukan lagi lah sosoknya. Saya sering mempelajari pergerakannya di lapangan dan di luar pun dia bisa jadi panutan.

Siapa rekan paling usil?

Fitra Ridwan. Dia teman yang paling usil dari yang lainnya.

Menikah...

Pasangannya saja belum ada, bagaimana mau menikah (tertawa). Tidak ada target harus menikah muda, tapi yang kalau didekatkan sama jodohnya, kenapa tidak. Sebenarnya sudah pengen nikah, tapi ya beriringan dengan karier aja dulu.


Baca Juga :
- Indonesia Harus Waspada Taktik Tekanan Tinggi Vietnam
- Pelatih Baru Persija Tak Alergi dengan Pemain Muda dan Biasa Bereksperimen

Mimpi yang belum terwujud?

Main untuk timnas senior. Saya sudah pernah bermain di timnas U-15, U-16, U-17, dan U-23, tapi senior belum. Ini yang akan terus saya perjuangkan.* Furqon Al Fauzi 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA