#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS: Persija Mencari Poros Lini Belakang
23 May 2019 06:44 WIB
JAKARTA – Ivan Venkov Kolev masih terlihat gamang. Dalam 19 pertandingan yang sudah dilakoni Persija sejak Januari lalu, pelatih Persija itu belum menetapkan duet utama bek tengah. Dampaknya, persentase kematangan kolektivitas lini pertahanan Persija tidak begitu menggembirakan.

Selama ditangani Kolev, hanya lima kali Macan Kemayoran membukukan clean sheet. Walau angka produktivitas cukup tinggi, yakni 38 kali membobol gawang lawan, tetapi angka kebobolan tak kalah banyak, yakni 24 kali. Dari 19 laga itu, Kolev enam kali merombak komposisi di jantung pertahanan.

Duet yang paling sering ditampilkan adalah perpaduan Maman Abdurrahman dan Ryuji Utomo Prabowo, yakni tujuh kali. Hasilnya, tiga kali menang, tiga kali imbang, dan sekali kalah. Adapun Duet Maman bersama Steven Paulle, baru dipasang dalam  lima laga, dengan hasil dua menang dan tiga kali kalah.


Baca Juga :
- Update Klasemen Liga 1 2019, Persija Lepas Zona Merah, PSM Tertahan
- Prediksi Persija Vs PSIS, Menang atau Hengkang

Sedangkan duet Paulle dengan Ryuji baru tiga kali dicoba, yang hasilnya satu kali menang dan dua kali imbang. Adapun empat duet lainnya yakni antara duet Maman dengan Neguete (pemain seleksi), Ryuji dengan Neguete, dan Maman dengan Tony Sucipto. Dari data itu, Maman paling sering tampil; 15 kali.

Namun, cukup terlihat jelas bahwa sejatinya Kolev ingin membangun poros Paulle. Sebagai pemain asing, pria Prancis itu sangat diharapkan bisa menjelma menjadi sosok Thor, karakter kesatria fiksi Marvel Comics, yang bertugas menghantam lawan-lawan yang ingin menginvasi teritorial pertahanan Persija.

Kolev juga seperti sedang merancang masa depan, yakni duet Paulle-Ryuji. Hanya saja, Ryuji belum begitu matang dan tenang saat menerima gempuran bertubi-tubi lawan. Itu mengapa Maman lebih sering dimainkan. Satu kekurangan utama Maman, tahun ini usianya mencapai angka 36.

Dalam kacamata fan klub, Paulle pun belum sebanding dengan Fabiano Beltrame, Willian Pacheco, atau Jaimerson da Silva Junior, tiga bek Persija sebelumnya. Ketiganya dianggap sebagai palang pintu jitu plus tangguh: bertahan jago, bola udara andal, dan sesekali bisa memecah kebuntuan.

Sebagai komparasi, pada 2017 Pacheco menyumbang lima gol, sedang Jaimerson pada 2018 membukukan tujuh gol. Adapun Fabiano sempat menjadi kapten tim dan melesakkan 10 gol dalam tiga musim. Sementara Paulle, dalam dua musim memperkuat PSM Makassar, baru mencetak dua gol.

Paulle mengatakan, kebugaran fisiknya sudah hampir 100 persen. “Saya tidak peduli bersama dengan siapa, Maman atau Ryuji. Saya memang lebih banyak bermain bersama Maman, tapi kemarin lawan Barito, Ryuji beramain bagus. Yang penting kami bisa bermain maksimal dengan siapapun,” kata Paulle kepada TopSkor.


Baca Juga :
- Reaksi Julio Banuelos Atas Ultimatum Kalau Persija Gagal Kalahkan PSIS
- Bisa Jadi Ada Intrik, Hari Penghakiman Julio Banuelos

Adapun dalam laga pembuka Liga 1 2019, melawan Barito Putera, Senin (20/5) lalu, Kolev memilih duet Paulle-Ryuji. Padahal, dalam laga itu, Maman tidak sedang cedera. Ia bahkan masuk menggantikan Sandi Darma Sute pada menit ke-84, atau empat menit setelah Barito Putera menyamakan kedudukan.

“Sebenarnya kami pasti ada rotasi. Maman sudah main terus, karena setiap game selalu ada yang tidak bisa main seperti Ryuji atau Paulle. Maman main dari Januari sampai sekarang (Mei), bahkan hampir semua game. Pasti dia capek sekali. Dia harus istirahat dan kembali ke bentuk terbaiknya,” ucap Kolev.*** Furqon Al Fauzi 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA