#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dokter Ungkap Penyebab Lauda Meninggal
23 May 2019 14:04 WIB
VIENNA – Dokter yang menangani Niki Lauda, Walter Klepetko, menjelaskan penyebab kematian legenda Formula 1 (F1) itu. Menurutnya, paru-paru Lauda yang ditransplantasi bekerja dengan baik. Namun, virus-virus yang menyebabkan infeksi membuat kondisi kesehatannya makin buruk.

Sekadar informasi, Lauda menghembuskan nafas terakhir di sebuah rumah sakit di Swiss, Senin (20/5). Meski membuat banyak orang terkejut, Klepetko dan tim telah memprediksi hal itu karena Lauda tak menjalani masa rehabilitasi setelah transplantasi, Agustus 2018.

“Saya dapat mengatakan bahwa kami semua sedih kehilangannya. Tapi, kami tak terkejut karena tahu bahwa usaha yang selama ini dilakukan untuk mengembalikan kualitas hidupnya, tak berjalan ke arah yang benar,” kata Klepetko seperti dilansir Speedweek.com.


Baca Juga :
- Tunjukkan Perbaikan, Verstappen Tak Pernah Gagal Finis
- Verstappen Yakin Penuhi Target Red Bull di F1 2019

Klepetko senang karena Lauda menjalani kehidupan seperti biasa usai operasi. “Bisa melihatnya keluar dari situasi yang hampir tak mungkin, sebuah kesuksesan besar. Tapi,  jangka panjangnya dipertanyakan. Kami beruntung bisa membuatnya bertahan,” katanya.

Sejatinya, kondisi Lauda makin memburuk sejak awal tahun ini karena infeksi flu yang diderita. Hal tersebut memicu berbagai macam penyakit yang menyerang organ vital Lauda. Di sisi lain, kemampuan tubuhnya tak bisa menahan serangan virus-virus tersebut.

“Niki tidak terlalu lama di rumah sakit dan hingga akhir 2018, keadaannya baik-baik saja. Bahkan, ia menghabiskan libur Natal di Ibiza, Spanyol, dan kami senang karena mobilitasnya pulih. Tapi, infeksi flu membuat kesehatannya terus menurun,” ujarnya.

Sebelumnya, kesehatan Lauda dikabarkan membaik dan bisa aktivitas seperti biasa. “Niki orang yang tangguh dan sepenuhnya terlibat atas kesembuhan dirinya sendiri. Sayang, terlepas dari dedikasi dan orang-orang yang merawat, akhirnya tak berhasil,” katanya.

Beberapa hari terakhir, Lauda menghabiskan hari-harinya di sebuah klinik di Swiss, yang bekerja sama dengan tim medis dari Vienna. Namun, ia dipindahkan ke Unispital Zurich dan mengembuskan nafas terakhir. Kabarnya, di sana, ia juga menjalani dialisis ginjal.


Baca Juga :
- Janji Mercedes di F1 GP Hungaria
- Charles Leclerc Tercepat Sesi Latihan Ketiga di Sirkuit Hockenheimring

“Maret lalu, dengan persetujuan keluarga, kami memutuskan membawanya ke pusat rehabilitasi di Swiss. Selalu ada tim yang memantau dan semua berjalan baik. Tapi, itu tak cukup untuk Niki hingga dua atau tiga pekan terakhir, menurun drastis,” kata Klepetko.

Banyaknya virus yang menyerang jadi penyebab kematian Lauda. “Ini soal kekuatan seluruh organ. Niki tidak pernah memiliki lubang keluar masuk udara secara bebas sejak transplantasi. Tapi, masalah yang terjadi terlalu banyak,” Klepetko menuntaskan.*MUHAMAD FADLI RAMADAN

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA