#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dari 126 Pemain U-23 Baru 38 yang Turun di Liga 1 2019
23 May 2019 12:32 WIB
JAKARTA - Kompetisi Liga 1 2019 ini tak hanya menghadirkan 11 pelatih asing dari enam negara. Atau 71 pemain asing yang berasal dari 27 negara. Namun juga kompetisi kasta tertinggi Indonesia ini wajib menyertakan tujuh pemain U-23 di setiap klub sesuai regulasi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) atau total 126 pemain.

Berdasarkan statistik Liga 1 2019, dari 126 pemain U-23 sebanyak 59 pemain atau 46,82 di antaranya masuk Daftar Susunan Pemain (DSP) pada laga pekan pertama. Namun, dari 59 pemain itu hanya 38 nama 30,16 persen saja dari 16 tim saja yang diberi kesempatan tampil. Sisanya 21 pemain hanya duduk manis di bench sepanjang 2x45 menit.

Dari 38 pemain tersebut, 19 pemain tampil penuh. Mereka adalah kiper Arema FC , Kurniawan Kartika Ajie, kemudian Awan Setho Raharjo, Muhammad Hargianto (Bhayangkara FC), Nadeo Argawinata, Terens Owang Puhiri (Borneo FC), dan I Made Andhika Wijaya (Bali United).


Baca Juga :
- Pernyataan Sikap Operator Liga 1 Soal Insiden Usai Laga Tira Persikabo Vs Persib
- Robert Alberts Kecewa Proses Naturalisasi Fabiano Beltrame Belum Selesai

Juga Osvaldo Ardiles Haay, Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya), Septian David Maulana, Fredyan Wahyu Sugiantoro (PSIS Semarang), Malik Risaldi (Persela Lamongan), dan Miftah Anwar Sani, Muhammad Fahri (Perseru Badak Lampung FC.

Selain itu, ada Andy Setyo Nugroho (PS TIRA-Persikabo), Marinus Maryanto Wanewar (Persipura Jayapura), Muhammad Riyandi (Barito Putera), Asnawi Mangkualam Bahar (PSM Makassar), Rosad Setiawan, dan Fridolin Kristof Yoku dari Semen Padang yang dipercaya bermain penuh.

“Jika melihat catatan dari 126 pemain U-23 masing-masing tim diwajibkan memiliki tujuh pemain U-23 tentu masih jauh dari harapan. Dengan angka 59 pemain yang masuk DSP, dan 38 pemain yang tampil bermain. Sisanya 21 pemain cadangan tak main, tentu masih jauh dari harapan,” ucap pengamat sepak bola nasional Timo Scheunemann.

Menurutnya, setiap tim harus berani menurunkan empat sampai lima pemain dalam kompetisi Liga 1. Pasalnya, langkah itu sangat baik untuk menambah jam terbang dan regenerasi pemain ke depan.

“Baik bagi klub dan memudahkan timnas memantau. Entah mereka main penuh 90 menit, atau sebagai pemain pengganti, itu tak masalah. Jumlah tujuh pemain U-23 jangan hanya untuk penuhi target regulasi saja atau pemanis saja,” ujar mantan pelatih Persema Malang itu.

Sejauh ini, Septian David Maulana menjadi pemain U-23 pertama yang mencetak gol dalam Liga 1 2019. Gelandang PSIS Semarang itu mencetak gol ketika timnya takluk 1-2 dari Kalteng Putra di Stadion dr. H. Moch Soebroto, Magelang, Jawa Tengah.

Pemain U-23 lainnya yang mampu mencetak gol pada laga pekan pertama adalah bek PS TIRA-Persikabo, Andy Setyo Nugroho. Ia mencetak gol ke gawang Perseru-Badak Lampung (18/05/2019) pada menit ke-79 dan turut membawa timya menang besar 3-0.

Septian yang merupakan alumni timnas Indonesia U-19 tahun 2013/14 itu juga menjadi pemain U-23 pertama yang mencetak gol pada Liga-1 2017. Ketika itu timnya Mitra Kukar menyerah 1-2 dari Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin (15/04/2017). Sedangkan, pada Liga 1 musim 2018 lalu, pemain U-23 yang mampu mencetak gol pertama dicatat Ronaldo Rubener Wanma saat timnya Persipura Jayapura menundukkan Persela Lamongan 2-1 di Stadion Mandala Jayapura (24/03/2018).

Dan sejauh ini pencetak gol termuda di Liga 1 masih dipegang penyerang Persipura


Baca Juga :
- Omid Nazari: Saya Tidak Beruntung Kena Lemparan
- Update Klasemen Liga 1 2019, Persija Lepas Zona Merah, PSM Tertahan

Gunansar Papua Mandowen. Ia mencetak gol pertamanya di Liga 1 2018 pada usia 17 tahun 7 bulan, dan 20 hari. Rekor sebelumnya dipegang Saddil Ramdani yang mencetak gol pada usia 18 tahun 8 bulan dan 28 hari.***Noval Luthfianto

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA