#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Sikap Bale
24 May 2019 06:05 WIB
KETIKA muncul kabar bahwa Gareth Bale tidak mau meninggalkan Real Madrid, pendukung Los Merengues tampaknya yang paling frustrasi. Memang tidak ada alasan yang kuat bagi Bale untuk tetap bertahan di Madrid. Pemain asal Wales tersebut tidak memiliki karier yang baik di tim asuhan Zinedine Zidane ini. Meski demikian, kini situasinya justru mengindisikasikan bahwa Bale seperti ingin memanfaatkan situasi ini. Yaitu, bertahan di Madrid, menerima gaji seperti biasanya, tanpa harus repot-repot tampil di lapangan.

Dengan situasi tersebut, tampak ini merupakan sikap yang tidak baik dari sisi mentalitas pemain. Apalagi, mempertimbangkan bahwa dia tetaplah masuk dalam kategori salah satu pemain terbaik di dunia. Musim lalu, Bale memperlihatkan sesuatu yang berbeda, tepat di akhir musim. Bale memperlihatkan sisi yang mengesankan dalam final Liga Champions. Tampil dari bangku cadangan saat lawan Liverpool, dia menorehkan dua gol dalam waktu yang relatif cepat.

Setelah itu, ketika Zidane akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Madrid, banyak yang menilai bahwa gol yang diciptakan dalam final tersebut pertanda bahwa Bale akan memiliki musim yang lebih baik lagi pada 2018/19. Apalagi, sebelum musim dimulai, Bale dapat mempersiapkan diri lebih baik lagi karena timnas Wales tidak tampil dalam Piala Dunia 2018 yang digelar di Rusia. Meski demikian, semua itu tidak terjadi. Kita semua tahu apa yang terjadi kemudian terhadap Madrid. Baik di bawah kepelatihan Julen Lopetegui lalu Santiago Solari,


Baca Juga :
- Tak Indonesia di Saigon
- Secondary Player

Madrid tidak pernah benar-benar menemukan irama yang tepat, baik dari sisi penampilan maupun hasil yang diraih mereka. Bahkan, musim ini menjadi musim paling terburuk Bale dalam kariernya di Madrid. Setidaknya jika dibandingkan dengan musim lalu. Dalam jajak pendapat yang dilakukan harian MARCA contohnya. Harian olahraga terkenal Spanyol tersebut menyerap 330 ribu suara suporter terkait penilaian pemain pada musim ini. Dan, dari jumlah tersebut, sekitar 92 persen di antaranya memberikan kata “gagal” untuk penampilan Bale pada musim ini.

Artinya, ada 8 persen yang menyatakan bahwa Bale tidaklah gagal. Faktanya, Bale memang gagal secara umum namun tidak demikian jika memperhitungkan berbagai faktor. Pertama, tanpa gol yang diciptakan Bale dalam final Liga Champions musim lalu, Madrid tidak akan pernah meraih gelar ajang Eropa tersebut. Lalu, ada faktor cedera yang dialami si pemain dan membuatnya tidak tampil maksimal. Dan, faktor ketiga yang tidak kalah penting, sikap Zidane yang sepertinya sudah tidak menyukai si pemain.


Baca Juga :
- Isu Sarri dan Conte
- Mereka Pemain Istimewa

Faktor terakhir itulah yang justru menjadi tembok tebal yang sulit untuk dirobohkan oleh Bale. Golnya di final Liga Champions tidak menolong dalam memperbaiki hubungannya dengan sang pelatih. Ketika Zidane memang kembali melatih Madrid, sosok pertama yang disorot pers dan pendukung Madrid justru adalah Bale. Ketika Zidane kembali ke Madrid, memberikan antusiasme baru hampir di semua elemen Madrid. Tapi, tentu tidak bagi Bale. Kehadiran Zidane sama artinya dengan kehadiran “masalah”.

Zidane kerap menyinggung kemungkinan Bale untuk kembali ke klub asalnya, Tottenham Hotspur. Bahkan meski itu dilakukan dengan status meminjamkan sang pemain. Dengan cara itu, Madrid akan menanggung setengah dari gaji Bale. Ya, dari sisi Madrid, tidak ada alasan yang kuat untuk Bale bertahan. Lalu, penilaian lain, jika dia memang masih peduli dengan masa depan atau kariernya, dia tentu akan segera pergi. Namun, Bale memilih jalan lain dan dia tidak sungkan berada dalam situasi seperti ini.*Irfan Sudrajat

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA